
Repelita Jakarta - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tidak menghadiri perayaan HUT RI di Istana Negara pada Minggu, 17 Agustus 2025.
Megawati lebih memilih mengikuti upacara di Sekolah Partai PDIP, meninggalkan rangkaian acara resmi di Istana Negara.
Ketidakhadiran Megawati memunculkan spekulasi terkait ketegangan dengan Presiden Joko Widodo.
Chusnul Chotimah, pegiat media sosial yang dikenal sebagai loyalis Ganjar pada Pilpres 2024, menilai ketidakhadiran itu terkait dengan dugaan pengkhianatan Jokowi terhadap Megawati.
"Dibantu jadi walikota saat ga ada partai yang mau mendukung. Dibesarkan dari ga ada yang kenal sampai dikenal dunia, dari tukang kayu sampai jadi presiden," tulis Chusnul dalam unggahan media sosialnya.
Chusnul menambahkan bahwa Jokowi selama 20 tahun dibela dan dilindungi oleh Megawati dari berbagai musuh politiknya.
"Tapi Jokowi membalas dengan mengkhianati dan mau menghancurkan PDIP," tegas Chusnul, dikutip Selasa (19/8/2025).
Ia kemudian mengibaratkan hubungan Megawati dan Jokowi dengan kisah Malin Kundang, menekankan bahwa sikap Megawati lebih tegas daripada sekadar tidak hadir.
"Kalo ibu Mega ga hadir karena ga mau bertemu Jokowi, itu masih terlalu kecil. Lihat ibu Malin Kundang, cuma ga diakui, dia kutuk anaknya jadi batu," tutup Chusnul.
Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyampaikan pesan dari Megawati yang tidak hadir, menekankan pentingnya perjuangan bersama memajukan negara.
"(Pesan Bu Mega) Gimana kita sama-sama berjuang memajukan negara, agar menjadi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat," ujar Puan Maharani, putri kandung Megawati.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

