Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Marak Bendera One Piece Jelang HUT RI, Jhon Sitorus: Bukan Makar, Ini Simbol Perlawanan Pungli

 Kabinet Prabowo Dianggap Cuci Tangan, Jhon Sitorus: Siapa yang Mau Tanggung  Jawab Kerusakan Raja Ampat

Repelita Jakarta - Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia, maraknya pengibaran bendera bergambar tengkorak bajak laut ala serial animasi One Piece menjadi sorotan tajam dan menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, menegaskan bahwa tindakan mengibarkan bendera One Piece di momen perayaan kemerdekaan berpotensi dikenakan sanksi pidana karena dianggap mencederai kehormatan simbol negara hingga dinilai mengarah pada tindakan makar.

Fenomena ini ramai terjadi di sejumlah wilayah, terutama di kalangan pengemudi truk dan sebagian masyarakat yang sengaja memasang bendera One Piece berdampingan bahkan di bawah bendera Merah Putih.

Menanggapi hal tersebut, Pegiat Media Sosial, Jhon Sitorus, pada Senin 4 Agustus 2025 menyayangkan sikap berlebihan yang muncul dari pemerintah dan sejumlah pihak yang langsung melabeli aksi tersebut sebagai upaya makar.

Jhon mengaku heran dengan narasi yang tiba-tiba muncul seolah pengibar bendera One Piece sedang melakukan gerakan terstruktur untuk memecah belah bangsa menjelang Hari Kemerdekaan.

Ia mengaku bukan penggemar berat animasi Jepang, namun memahami bahwa dalam cerita One Piece, bajak laut bukan semata simbol kejahatan, melainkan lambang perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Menurutnya, para supir truk yang mengibarkan bendera One Piece sejatinya ingin menyampaikan pesan keadilan sosial dan penolakan terhadap pungutan liar maupun praktik premanisme di jalan.

Jhon menilai tokoh Kapten Luffy dan krunya dalam One Piece dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi dan penindasan, bukan simbol penggulingan kekuasaan sah.

Ia menjelaskan, impian para sopir truk sederhana, yakni bekerja di jalan raya tanpa pungli, tanpa preman, dengan ongkos logistik yang wajar, upah layak, serta jalanan yang aman dan layak dilalui.

Jhon menekankan, mengibarkan bendera One Piece tidak memiliki niat makar sedikit pun, apalagi hingga dianggap mengkhianati Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia kemudian menyoroti pentingnya peran para sopir truk yang rela mengorbankan waktu dan keselamatan demi memastikan distribusi barang serta kelancaran roda ekonomi nasional.

Menurutnya, jika para sopir truk berhenti beroperasi sehari saja, aktivitas ekonomi bisa lumpuh total.

Oleh sebab itu, Jhon meminta pemerintah tidak memposisikan kritik dan kreativitas para sopir sebagai ancaman melainkan mendengar aspirasi mereka secara serius.

Ia berharap para pemangku kebijakan mau duduk bersama membahas solusi, mulai dari memberantas pungutan liar, membenahi jalur distribusi, hingga memastikan kesejahteraan para sopir truk yang menopang logistik nasional.

Jhon menegaskan, di balik kibaran bendera One Piece, para sopir truk hanya memikirkan keluarga mereka agar bisa makan layak hari ini tanpa beban pungli dan biaya siluman yang memberatkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved