
Repelita Jakarta - Video yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menyalami Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi viral dan memicu perbincangan hangat di media sosial.
Peristiwa itu memunculkan spekulasi beragam dari warganet, apalagi sebelumnya Silfester Matutina yang dikenal sebagai loyalis Jokowi sempat menuding partai Demokrat terkait kasus ijazah palsu.
Unggahan video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun pegiat media sosial bercentang biru, @IndoPopBase, pada Selasa (12/8/2025). Dalam keterangan postingan disebutkan, "A frame of Gibran Rakabuming Raka allegedly skipping Agus Harimurti Yudhoyono is currently going viral."
Merespons unggahan itu, pegiat media sosial lain dengan akun @admiralkizaruuu membuat polling di kolom komentar untuk menanyakan pilihan publik terkait siapa yang lebih unggul antara AHY dan Gibran.
Polling yang dibuka hingga pukul 11:37 WIB menunjukkan partisipasi 38.619 warganet. Dari jumlah itu, 95,3 persen memilih AHY, sementara hanya 4,7 persen yang memilih Gibran.
Sejumlah warganet memberikan komentar panjang terkait pilihan mereka. Salah satu akun menulis, "Klo misal hanya ada 2 pilihan ini yaa tanpa pikir panjang AHY unggul segala galanya."
Komentar lainnya menilai perbandingan keduanya tidak hanya soal individu, tetapi juga latar belakang pendidikan dan pengalaman. "Karena cuma dua pilihan, gw terpaksa pilih AHY krn jelas beda kelas," tulis warganet lain.
Ada juga yang menyoroti faktor politik keluarga dan jaringan. "Dua duanya karbitan habis. Tapi yang satu punya pengalaman kerja dan pendidikan yang cukup tinggi dibandingkan yang satunya lagi……modal bapak, paman dan kroni yg bermain kotor dan culas. Kesimpulan: yg satu sangat sangat tdk layak ….yg satu lg tdk layak jg 😱," tulis warganet yang enggan memilih secara tegas.
Diskusi publik ini menunjukkan bagaimana interaksi sosial dan persepsi politik di media sosial bisa memengaruhi opini masyarakat, terutama terhadap figur publik yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan.
Fenomena polling dan perdebatan ini juga menyoroti sensitivitas publik terhadap gestur-protokoler pejabat serta pengaruhnya terhadap persepsi loyalitas politik di Indonesia.
Hingga saat ini, video dan polling tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat di platform X, dengan warganet terus membagikan pendapat, analisis, dan komentar mereka terkait kedua figur politik ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

