
Repelita Jawa Barat - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya sosok ‘Nyi Roro Kidul’ dalam prosesi kirab bendera Merah Putih di lingkungan Pemprov Jabar, Minggu (17/8) lalu.
Dalam video yang diunggah akun King Purwa atau @BosPurwa pada Senin (18/8), terlihat seorang perempuan mengenakan busana menyerupai Nyi Roro Kidul (NRK) mengikuti rangkaian prosesi.
Suara gamelan mengiringi langkah sosok yang diduga NRK ini ketika mendekati meja di hadapan Dedi Mulyadi, tempat bendera Merah Putih disiapkan.
Perempuan tersebut kemudian melakukan penghormatan dengan menunduk, yang dibalas Dedi Mulyadi dengan sikap serupa sebelum menyerahkan bendera.
Selanjutnya, sosok NRK berjalan di depan Gubernur sambil membawa bendera, didampingi sejumlah dayang-dayang yang mendampinginya.
Bendera Merah Putih itu kemudian dibawa ke tangga, disambut oleh anggota Paskibraka Provinsi Jawa Barat dalam prosesi yang khidmat.
King Purwa atau @BosPurwa memberikan komentar terkait video kirab Merah Putih ini.
“Ini bukan lagi pentas seni dan budaya, tapi OBSESI. Info dari temen yang pernah deket sama doi, obsesi ke Nyi Roro Kidul mulai sejak jada bupati bahkan 3 tahun tidak menggauli istrinya pun krn perintah, wangsit dari Nyi Roro Kidul,” tulis akun King Purwa dalam unggahannya.
Unggahan ini pun menjadi viral di laman X dengan judul ‘Nyi Roro Kidul’, mendapatkan lebih dari 77,4 ribu tayangan, 443 kali diposting ulang, dan 160 komentar dalam waktu 4 jam.
Akun @MariaAlkaff_ turut membahas terkait Dedi Mulyadi dan Nyi Roro Kidul, menulis, “Tah iye ceunah KDM soal Nyi Roro Kidul. Gustiii ampuun. Da batur mah tos bicara soal AI, soal robotic dan serba electric. Kunaon KDM masih basak bisik wae jeung Nyi Roro. Sampe ceurik segala… wkwkwk. Sc: komunitaswargawaras,” dalam bahasa Sunda.
Selain itu, foto-foto yang beredar menampilkan kirab Kereta Kencana sebagai bagian dari prosesi Kirab Bendera Merah Putih di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kirab bukan sekadar acara seremonial, melainkan simbol penghormatan terhadap budaya, sejarah, dan kemerdekaan bangsa.
“Kirab ini bukan sekadar prosesi, tapi juga simbol penghormatan kita terhadap sejarah, budaya, dan kemerdekaan bangsa,” ujar Dedi Mulyadi, Minggu (17/8).(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

