Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dedi Mulyadi Akui Pantau Kritik di Medsos dan Nikmati Hidup Dijelekkan

 Aktif Pantau Medsos, Dedi Mulyadi Menikmati Dihujat Publik: Asyik juga Dijelekin

Repelita Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya rutin memantau perbincangan di media sosial, terutama terkait pemberitaan yang menyorot kebijakan maupun langkah politiknya.

Dalam sebuah perbincangan di podcast Deddy Corbuzier berjudul Anak Sekolah Studi Tour kan Ngikutin Pejabat Jalan-jalan Pake Uang Itu Tuh... Kang Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta tersebut menjelaskan bahwa ia justru menikmati dinamika komentar publik yang muncul setiap kali namanya diperbincangkan.

Dedi memaparkan bahwa sejak memimpin Jawa Barat, anggaran belanja media di lingkungan pemerintah provinsi sudah dipangkas drastis dari angka Rp 50 miliar menjadi Rp 3 miliar.

Menurutnya, pemotongan anggaran itu tidak memengaruhi cara kerjanya karena sejak awal ia tidak memiliki tim media atau buzzer seperti pejabat lain, melainkan hanya dibantu tim kecil untuk mengedit video kegiatannya.

Baginya, pengurangan anggaran ini justru memunculkan rasa kecewa di sebagian kalangan yang sebelumnya terbiasa mendapat alokasi anggaran publikasi.

Dedi juga menyinggung fenomena penggunaan tim buzzer oleh pejabat lain yang dianggapnya bukan jalur yang ia pilih.

Ia mengklaim, rakyat Jawa Barat yang merasa terbantu dengan kebijakannya menjadi penyebar informasi sukarela yang mendukung narasi positif tentang dirinya.

"Kalau media sosial, saya nggak punya yang namanya tim media. Biasanya pejabat lain ada tim media, saya sendiri nggak punya. Saya hanya punya anak-anak yang tukang ngedit video saya aja," kata Dedi dalam rekaman podcast tersebut.

Ia pun menambahkan bahwa komentar miring tentang dirinya sering muncul dari warganet yang tidak tinggal di Jawa Barat.

Menurutnya, sebagian besar kritik di media sosial justru datang dari luar provinsi yang dipimpinnya, bahkan sebagian berdomisili di Jakarta.

Meski demikian, ia menegaskan tidak punya rencana untuk maju sebagai calon kepala daerah di Jakarta karena fokusnya tetap membangun Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengakui bahwa setiap hari ia membaca berbagai pemberitaan tentang dirinya yang berusaha mencari-cari sisi buruk.

Namun, hal itu justru dianggapnya menghibur dan menjadi bagian dari dinamika sebagai pejabat publik.

"Pokoknya kalau berita saya, pasti dicari jeleknya dan saya baca itu setiap hari. Dan saya nikmatin, asyik juga ya hidup dijelekin orang," ungkap Dedi sambil tertawa di hadapan Deddy Corbuzier.

Saat ditanya soal dugaan bahwa konten-konten kegiatannya sengaja dibuat untuk mendongkrak citra menuju Pilpres 2029, Dedi membantah.

Ia menyatakan bahwa setiap materi yang dipublikasikan bertujuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jawa Barat.

"Setiap pemimpin kan ingin melahirkan yang terbaik dalam hidupnya. Market saya kan market Jabar. Yang jadi masalah hari ini seluruh postingannya dibaca warga se-Indonesia," jelas Dedi menutup pembicaraan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved