Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bagus Juga Kibarkan Bendera One Piece hingga Oktober, Rizal Fadillah: Jadi Simbol Kritik Rakyat

Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah menyampaikan pandangannya terkait maraknya wacana pelarangan pengibaran bendera bajak laut topi jerami One Piece yang belakangan menjadi simbol kritik rakyat terhadap arah kekuasaan yang dinilai semakin otoriter.

Menurut Rizal, cerita manga One Piece bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat pesan moral tentang keberanian menegakkan keadilan, melawan ketidakadilan, dan menjaga persahabatan dalam menghadapi penguasa yang tamak.

Ia menilai karakter Monkey D Luffy, sang kapten bajak laut topi jerami, menjadi teladan bagaimana pemimpin kecil dengan keberanian dan kecerdikan dapat membangun tim yang solid, sehingga disegani oleh kelompok bajak laut lain maupun aparat marine sebagai simbol rezim tiran dalam cerita tersebut.

Rizal menegaskan bendera tengkorak topi jerami bukan hanya ornamen fiksi, tetapi sudah menjadi simbol perlawanan rakyat kecil yang berani menolak arogansi kekuasaan, meski dihadapkan pada tekanan aparat negara.

Ia menyinggung kisah pada chapter 1157 yang dijadwalkan rilis pada 17 Agustus 2025, di mana Rocks D Xebec bekerja sama dengan pemerintah dunia untuk merebut pulau bajak laut, lalu berkhianat dan menguasainya sendiri, menjadi cerminan watak elite politik yang kerap memanipulasi demi kepentingan pribadi.

Bagi Rizal, babak pengkhianatan tersebut mengingatkan publik pada praktik politik tanah air, di mana kelompok elite kerap saling sandera, sementara suara rakyat yang menuntut keadilan justru dibungkam dengan tuduhan makar.

Ia menganggap rencana pemerintah melarang bendera One Piece adalah langkah konyol, sebab rakyat berhak menyuarakan kritik melalui simbol-simbol kreatif yang tidak bertentangan dengan hukum.

Menurut Rizal, lucu sekaligus ironis ketika pejabat mulai dari Menteri HAM hingga Menko Polhukam merasa terancam hanya karena bendera topi jerami berkibar, padahal kebebasan berpendapat dilindungi konstitusi.

Ia mengutip pandangan Noam Chomsky dalam buku "Pirates and Emperors" yang menggambarkan bagaimana kelompok kecil pengkritik kerap dicap bajak laut, sementara penguasa besar justru dilegalkan meski bertindak sewenang-wenang.

Rizal menyebut pengibaran bendera One Piece adalah simbol sindiran agar penguasa tetap berada di jalur demokrasi, bukan malah menempuh jalur represif untuk membungkam suara rakyat.

Ia menekankan, selama bendera topi jerami dikibarkan berdampingan dengan bendera merah putih tanpa merusak kehormatan simbol negara, maka tidak ada dasar hukum untuk memidanakan rakyat.

Rizal mengingatkan bahwa jika pemerintah nekat melarang, maka rakyat harus siap melawan kebijakan otoriter dengan cara damai, salah satunya tetap mengibarkan bendera tersebut hingga 20 Oktober 2025 sebagai simbol pengingat satu tahun jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, ironi muncul ketika bendera One Piece dituding sebagai simbol pemecah belah bangsa, padahal substansi ceritanya justru mengajarkan arti solidaritas dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Rizal menilai tudingan itu berlebihan, sebab rakyat hanya memanfaatkan simbol budaya populer sebagai sarana menyuarakan kritik.

Ia menambahkan, meme yang beredar di media sosial tentang bendera tengkorak dengan wajah tokoh tertentu adalah cermin sindiran publik bahwa yang layak disebut pemecah belah bukan bendera, melainkan penguasa yang membajak jabatan demi kekuasaan.

Ia menyoroti Presiden Joko Widodo yang disebutnya memecah belah tatanan politik dengan manuver politik dinasti, di mana Gibran pun pernah memakai pin One Piece saat kampanye Pilpres.

Bagi Rizal, narasi pelarangan bendera One Piece justru memperlihatkan bahwa pemerintah tidak siap dikritik, padahal rakyat semakin berani bersuara.

Ia menegaskan, selama simbol kritik masih damai dan tidak menodai martabat bendera negara, maka upaya membungkamnya adalah bentuk pelanggaran konstitusi.

Rizal menutup pesannya dengan menegaskan bahwa bila Prabowo gagal menjaga kebebasan berekspresi rakyat, maka ia bukan One Piece tetapi One Price, pemimpin yang nilainya jatuh seperti bajak laut serakah yang menipu awak kapalnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved