Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dirut Patra Niaga dan Putra Pejabat Migas Tersangka Oplos BBM, Prastowo Yustinus: Duh Gusti

 Kasus Pertalite Dioplos Jadi Pertamax Libatkan Dirut Pertamina Patra Niaga,  Eks Anak Buah Sri Mulyani 'Geleng-geleng' - Laman 2 - FAJAR

Repelita Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, dan Muhammad Kerry Andrianto Riza, putra dari pengusaha migas Mohammad Riza Chalid, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak. Skandal ini diduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 193,7 triliun.

Mantan Staf Khusus Kementerian Keuangan, Prastowo Yustinus, turut menyoroti kasus ini dan mengaku terkejut dengan besarnya potensi kerugian yang terjadi.

"Gendheng! Ini kejadian belum lama dan diduga merugikan negara sangat besar, Rp 193,7 T," ujar Prastowo di akun X pribadinya.

Ia semakin tidak habis pikir setelah mengetahui bahwa kasus ini melibatkan pejabat anak usaha BUMN yang bekerja sama dengan anak seorang tokoh berpengaruh di sektor migas.

"Dilakukan oleh Dirut anak usaha salah satu BUMN terbesar yang bekerja sama dengan anak orang kuat di sektor migas. Duh Gusti," tandasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengungkap skandal korupsi dalam ekspor-impor minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina. Salah satu modus yang digunakan adalah memanipulasi bahan bakar minyak jenis RON 90 menjadi RON 92 sebelum dipasarkan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa pengadaan BBM ini dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Namun, dalam praktiknya, perusahaan tersebut membeli BBM dengan kualitas lebih rendah lalu menjualnya sebagai BBM dengan kualitas lebih tinggi.

Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Riva Siahaan dan beberapa pejabat lainnya. Selain itu, terdapat tersangka dari pihak swasta, termasuk Muhammad Kerry Andrianto Riza.

Modus manipulasi ini tidak hanya menyebabkan kerugian negara, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kualitas BBM yang digunakan masyarakat. Kejaksaan Agung memastikan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved