Repelita, Jakarta, 19 Desember 2024 - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyebutkan bahwa penemuan pabrik uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar merupakan sebuah kejahatan serius yang mencoreng dunia pendidikan.
Menurut mantan Ketua DPRD Kota Makassar ini, aksi yang melibatkan 15 tersangka, termasuk Kepala Perpustakaan UIN, sangat memalukan dan tak terduga.
"Suruh polisi bongkar kejahatanlah, praktik kejahatan itu sudah mencoreng institusi pendidikan," ujar Rudianto Lallo.
Ia juga menyoroti fakta bahwa tindakan ilegal ini terjadi di bawah naungan Kementerian Agama, yang seharusnya menjaga integritas lembaga pendidikan tinggi.
Polres Gowa sebelumnya telah menggerebek pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar dan menetapkan 15 tersangka. Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengungkapkan bahwa sembilan tersangka sudah ditahan, sementara lima lainnya masih dalam perjalanan dari Mamuju dan Wajo.
"Kami masih mengembangkan penyidikan ini, dan kami mohon waktu untuk menyelidiki lebih lanjut," ujarnya.
Reonald menjelaskan bahwa penemuan pabrik uang palsu bermula dari temuan uang palsu senilai Rp500 ribu yang ditemukan oleh seorang pesuruh staf kampus saat membayar tagihan di Gowa. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan 4.467 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.
Pengungkapan kasus ini melibatkan kerjasama antara Polres Gowa, Labfor Polda Sulsel, Bank Indonesia, BRI, BNI, serta pihak kampus, termasuk Rektor UIN Alauddin, Prof. Hamdan Juhannis, yang mendukung pengungkapan kasus ini secara menyeluruh.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok