
Repelita, Jakarta 22 Desember 2024 - Hubungan antara Anies Baswedan dan PDI Perjuangan (PDIP) semakin menarik perhatian publik setelah dukungan Anies terhadap pasangan Pramono Anung dan Rano Karno. Juru Bicara Anies, Sahrin Hamid, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut didasari oleh kesamaan visi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Sahrin menegaskan bahwa komunikasi antara elit PDIP dan Anies terbangun dengan baik, tanpa adanya syarat agar Anies bergabung dengan partai tersebut. Menurutnya, kerja sama ini berfokus pada kesepakatan politik yang mengutamakan keberpihakan terhadap rakyat kecil, yang menjadi cita-cita bersama Anies dan PDIP.
"Pak Anies dan juga PDIP memang memiliki kesamaan, yaitu keberpihakan terhadap rakyat kecil," kata Sahrin. Ia juga menyebutkan bahwa program unggulan Anies, seperti KJP Plus dan KJMU, membuktikan keberpihakan tersebut. Jika Pramono Anung terpilih sebagai presiden, ia berjanji untuk melanjutkan dan menyempurnakan program-program pro-rakyat tersebut.
Sahrin menegaskan bahwa hubungan ini tidak didasarkan pada kepentingan pribadi, melainkan pada tujuan bersama untuk membela rakyat. Dalam kerja sama ini, tidak ada syarat untuk Anies bergabung dengan PDIP, namun mereka sepakat pada 12 poin kontrak politik yang menegaskan keberpihakan kepada rakyat dan prinsip meritokrasi dalam pemerintahan.
Menurut Sahrin, chemistry politik antara Anies dan PDIP sudah terjalin sejak awal kampanye Pramono Anung. Anies meyakini komitmen Pramono untuk mempertahankan program-program pro-rakyat yang sudah berjalan, termasuk kebijakan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.
"Keberpihakan terhadap rakyat melalui program-program konkret adalah misi utama yang dibangun oleh Pak Anies," ujar Sahrin. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

