Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tak Ada Kata Damai, Iran Kini Siapkan Rudal Berat Hantam Israel dan Sederet Aset Amerika

 Gabungan visual geopolitik dan bencana

Repelita Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak akan kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut menutup rapat kemungkinan dialog damai antara Iran dengan Washington maupun Israel.

Penolakan itu disampaikan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026 menargetkan jantung kota Teheran.

Serangan tersebut memicu ledakan besar di ibu kota Iran dan meningkatkan ketegangan secara dramatis di seluruh kawasan Timur Tengah.

Agresi itu merupakan hasil perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara kedua negara penyerang.

Akibat serangan awal tersebut Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei gugur bersama ratusan warga sipil tak berdosa.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain Kuwait dan Arab Saudi.

Korps Garda Revolusi Islam mengintensifkan operasi balasan dengan meluncurkan gelombang ke-33 dari Operasi True Promise 4.

IRGC memperingatkan bahwa ke depan mereka hanya akan menggunakan rudal-rudal terberat untuk menyasar Israel serta target lainnya.

Korps Garda Revolusi Islam juga telah mengeksekusi gelombang ke-30 serangan balasan yang menyasar kota-kota di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.

Serangan itu merupakan respons atas agresi yang menewaskan lebih dari seribu warga Teheran.

Gelombang ke-29 dan ke-30 diluncurkan menggunakan rudal generasi baru dengan kode Ali Wali Allah serta Ya Ali bin Abi Thalib.

Rudal-rudal tersebut menargetkan wilayah pendudukan Zionis di Tel Aviv hingga pangkalan militer Amerika Serikat.

Peluncuran gelombang ke-30 dilakukan pada malam ke-19 bulan Ramadan.

IRGC menyebut rudal Khorramshahr Emad Kader serta Kheibar Shekan berhasil menghantam sasaran dengan mudah.

Rudal-rudal itu memanfaatkan penurunan efektivitas pertahanan udara Amerika Serikat dan Israel.

Hulu ledak rudal mencapai bobot antara tujuh ratus kilogram hingga satu ton dengan jangkauan sekitar satu ribu empat ratus lima puluh kilometer serta kemampuan manuver tinggi.

Peluncuran tersebut bagian dari Operasi True Promise 4 yang memanfaatkan rudal berhulu ledak majemuk hingga sepuluh hingga dua puluh hulu ledak.

Rudal Kheibar Shekan yang merupakan generasi awal dari Fattah-1 mencatat tingkat keberhasilan tertinggi pada gelombang sebelumnya.

Kota Tel Aviv mengalami pemadaman listrik total menyusul serangan balasan Iran atas agresi Zionis ke wilayah kedaulatan Republik Islam.

Sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah pendudukan seperti Tel Aviv Ashdod Rishon LeZion serta Petah Tikva.

Dalam gelombang ke-29 setidaknya enam belas titik di Tel Aviv berhasil dihantam termasuk target militer Zionis.

Markas pusat militer Zionis yang berada di tengah kota Tel Aviv menjadi sasaran utama dan sering dikritik oleh pemukim sendiri.

Akibat serangan balasan IRGC sejumlah pemukim Zionis melarikan diri melalui Bandara David Ben-Gurion menuju negara asal mereka di Amerika Serikat serta Eropa.

Juru bicara IRGC Ali-Mohammad Naeini menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap menghadapi perang skala penuh berintensitas tinggi selama enam bulan.

Menurutnya kemampuan militer IRGC masih jauh dari batas maksimal yang dimiliki.

Senjata strategi taktik inisiatif guna senjata rudal berat balistik dan jelajah bersama berbagai jenis drone serta kapal serang telah disiapkan sesuai untuk perang skala besar perang habis-habisan dan konflik berkepanjangan katanya.

Angkatan Bersenjata Republik Islam yang cakap dan kuat sepenuhnya siap untuk menjalani perang skala penuh intensitas tinggi selama enam bulan dengan kecepatan saat ini sambungnya.

Naeini menjelaskan bahwa rudal yang digunakan sejauh ini sebagian besar merupakan generasi lama produksi sekitar tahun dua ribu dua belas hingga dua ribu tiga belas.

Iran bahkan belum mengerahkan rudal yang diproduksi dalam satu dekade terakhir.

Rudal yang telah kami gunakan sejauh ini sebagian besar termasuk generasi pertama dan kedua sebagian besar diproduksi sekitar tahun 2012 dan 2013 katanya.

Bahkan kami sama sekali tidak menggunakan rudal yang telah diproduksi selama sepuluh tahun terakhir meskipun produksi dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat beberapa kali lipat tambahnya.

Ia menyatakan bahwa produksi rudal Iran melonjak signifikan dalam beberapa tahun belakangan dan negara itu mampu memproduksi dalam jumlah besar.

Dalam periode antara perang dua belas hari dan perang Ramadan rudal yang setara dengan produksi beberapa tahun telah diproduksi pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved