Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Panglima TNI terbitkan telegram siaga I usai serangan AS ke Iran

Repelita Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menetapkan status siaga tingkat satu untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia guna mengantisipasi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Penetapan status siaga tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal Yudi Abdimantyo.

Status siaga satu merupakan tingkat kesiapsiagaan paling tinggi di lingkungan TNI sehingga seluruh personel diwajibkan berada di markas beserta senjata, amunisi serta kendaraan operasional untuk menghadapi kemungkinan ancaman mendadak.

Menurut penjelasan Yudi Abdimantyo perintah tersebut dikeluarkan untuk mengawasi situasi keamanan nasional setelah serangan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran yang memicu respons balasan dari pihak Iran ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Dampak dari eskalasi tersebut berpotensi mengancam keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah konflik sehingga TNI perlu mengambil langkah antisipatif sejak dini.

TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara wajib memantau setiap perkembangan situasi baik di tingkat global, regional maupun domestik.

Khusus bagi Badan Intelijen Strategis TNI perintah telegram tersebut meminta agar seluruh Atase Pertahanan RI di negara-negara terkait segera mendata serta memetakan keberadaan warga negara Indonesia di wilayah tersebut.

Jumlah warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak mencapai sekitar 541.511 orang meliputi Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, Yordania, Mesir, Yaman, Lebanon, Suriah serta Irak.

Badan Intelijen Strategis TNI akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pengamanan serta proses evakuasi warga negara Indonesia yang aman dan tertib apabila situasi mengharuskan.

Sebagai tindak lanjut Badan Intelijen Strategis TNI juga akan bersinergi dengan seluruh unsur intelijen untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman yang muncul di dalam negeri termasuk di lingkungan kedutaan besar asing di Jakarta seperti Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Pengamanan di dalam negeri oleh Badan Intelijen Strategis TNI dilaksanakan secara tertutup bersama-sama dengan satuan intelijen lainnya.

Surat telegram Panglima TNI ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada tanggal 1 Maret 2026.

Dokumen tersebut memuat tujuh instruksi utama bagi jajaran TNI di antaranya Panglima Komando Utama Operasi diminta menyiagakan personel serta alutsista serta melaksanakan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api serta terminal bus dan kantor PLN.

Komando Pertahanan Udara Nasional diperintahkan melaksanakan deteksi dini serta pengamatan udara secara nonstop selama 24 jam.

Badan Intelijen Strategis TNI diminta memastikan keamanan warga negara Indonesia di luar negeri.

Kodam Jaya/Jayakarta diperintahkan melaksanakan patroli di lokasi strategis serta kedutaan besar serta mengantisipasi perkembangan situasi guna menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Satuan intelijen TNI diminta melaksanakan deteksi dini serta pencegahan dini terhadap kelompok yang berpotensi mengganggu di objek vital strategis dan kedutaan besar.

Badan Pelaksana Pusat diminta melaksanakan siaga di masing-masing satuan serta melaporkan setiap perkembangan situasi kepada Panglima TNI secara berkala.

Status siaga satu tersebut berlaku sejak tanggal surat diterbitkan hingga situasi dinyatakan selesai.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved