Repelita Jakarta - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran diprediksi berpotensi meluas menjadi perang jangka panjang yang dapat menimbulkan kerugian sangat besar bagi pihak Amerika Serikat.
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai sejarah telah mencatat bahwa Amerika Serikat tidak selalu berhasil meskipun memiliki keunggulan militer yang jauh lebih dominan dibandingkan lawannya.
Menurut Mardani pengalaman historis menunjukkan bahwa keunggulan senjata tidak serta merta menjamin kemenangan di medan perang.
Sebetulnya cerita kekalahan Amerika sudah terjadi sejak perang Vietnam kemarin. Kalau dari hitungan kalkulasi persenjataan militer Vietnam nggak ada apa-apanya. Tapi (AS) kalah.
Ia memperkirakan pola yang sama sangat mungkin terulang dalam konflik saat ini melawan Iran karena pendekatan Teheran terlihat lebih terencana dan terkendali tanpa dipengaruhi emosi berlebih.
Hal yang sama terjadi sekarang juga sangat besar. Apalagi saya malah melihat menurut saya Iran sangat cerdas, sekarang dia tidak habis-habisan secara emosional. Terukur, dia nyerang pertama itu adalah basis-basis pangkalan militer Amerika.
Serangan Iran difokuskan pada sejumlah pangkalan militer Amerika yang terletak di negara-negara Arab sehingga menunjukkan strategi yang selektif dan terarah.
Di luar aspek militer Iran juga memanfaatkan pengaruhnya terhadap ekonomi dunia khususnya melalui pengendalian Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.
Mardani mengakui bahwa dalam konfrontasi militer konvensional langsung Iran kemungkinan besar akan kalah namun ketahanan militernya justru semakin kuat meskipun telah puluhan tahun terkena embargo internasional.
Jadi kalau head to head militer kalah, tetapi 20 tahun lebih Iran itu diembargo kekuatan militernya tidak mati bahkan berkembang. Bahkan beberapa dari Cina dan dari Rusia bahkan dari Korea Utara sudah masuk.
Ia menyebut laporan dari International Atomic Energy Agency yang hingga kini masih menyatakan bahwa Iran belum memiliki senjata nuklir.
Mardani juga menekankan keefektifan teknologi drone produksi Iran yang memiliki biaya pembuatan sangat rendah namun mampu menimbulkan kerusakan signifikan.
Drone-drone Iran itu very cheap. Nggak sampai 50 ribu dolar. Tapi daya hancurnya terbukti sekarang.
Sementara itu biaya yang dibutuhkan untuk sistem pertahanan udara guna menangkal serangan drone tersebut jauh lebih tinggi sehingga menciptakan ketimpangan ekonomi dalam konflik berkepanjangan.
Oleh karena itu Mardani memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat memaksakan perang panjang maka kemungkinan besar sejarah kekalahan seperti pada Perang Vietnam dapat terulang kembali.
Kalau Amerika memaksakan skenario Vietnam bisa terulang kembali.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

