Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

KPK: Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan Rugikan Negara Rp 622 Miliar, Yaqut Cholil Tetap Tersangka

 Negara Mana Saja yang Terancam Greater Israel? Ini 7 Wilayah yang Berisiko

Repelita Jakarta - Konflik di kawasan Timur Tengah semakin rumit dengan kemunculan konsep Greater Israel yang mengusung ide perluasan wilayah Israel secara signifikan melampaui batas saat ini.

Gagasan ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi banyak negara di sekitarnya terutama negara-negara Arab dan Muslim yang merasa terancam oleh potensi klaim teritorial yang luas.

Beberapa politisi Israel dari kelompok sayap kanan secara terbuka mendukung visi ini sehingga memicu reaksi tajam dari negara tetangga dan memperburuk ketegangan geopolitik regional.

Konsep Greater Israel atau dikenal sebagai Eretz Yisrael Hashlema berasal dari penafsiran ayat suci Alkitab yang menjanjikan tanah luas bagi bangsa Israel dalam bentuk paling radikal mencakup area dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak.

Awalnya ide ini hanya beredar di kalangan nasionalis ekstrem tetapi kini mulai mempengaruhi kebijakan pemerintahan melalui dukungan dari tokoh-tokoh seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Pendukung Greater Israel memandangnya sebagai misi historis dan religius yang sering dikaitkan dengan konflik di Gaza sebagai langkah awal ekspansi ke wilayah yang dianggap sebagai tanah yang dijanjikan.

Berdasarkan peta dan pernyataan dari kelompok ultra-nasionalis Israel negara-negara yang berpotensi terdampak langsung termasuk Palestina khususnya Tepi Barat dan Gaza sebagai pusat konflik serta ekspansi pemukiman ilegal.

Yordania juga masuk dalam visi Zionis awal dengan beberapa peta modern yang memasukkannya sebagai bagian dari wilayah Israel yang diklaim.

Mesir menghadapi ancaman pada wilayah timur Sungai Nil dalam klaim paling ekstrem meskipun Semenanjung Sinai telah dikembalikan sebelumnya.

Suriah menjadi fokus utama terutama di Dataran Tinggi Golan dengan beberapa versi klaim yang mencakup area lain di negara tersebut.

Lebanon sering disebut dalam peta dan pidato tokoh sayap kanan Israel sehingga menimbulkan kontroversi besar di kawasan.

Dalam interpretasi paling luas Irak dan Arab Saudi juga tercakup dalam batas dari Nil hingga Efrat yang diusung oleh pendukung konsep ini.

Turki meskipun tidak langsung diklaim dianggap sebagai ancaman strategis oleh Israel karena pengaruhnya yang kuat di level regional.

Konsep Greater Israel meskipun penuh kontroversi dan sulit direalisasikan sepenuhnya telah menciptakan ketegangan nyata di Timur Tengah dengan implikasi bagi stabilitas internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved