Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Balas Ancaman AS: Jika Pelabuhan Kami Diserang, Seluruh Pelabuhan Timur Tengah Jadi Target Sah

Repelita Teheran - Iran merespons ancaman serangan militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhannya di sepanjang Selat Hormuz dengan pernyataan tegas.

Sebelumnya Komando Pusat AS memperingatkan warga sipil Iran untuk meninggalkan pelabuhan-pelabuhan di Selat Hormuz, mengindikasikan serangan besar akan segera dilancarkan.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan militernya akan menganggap seluruh pelabuhan di Timur Tengah sebagai target yang sah jika serangan benar-benar terjadi.

"Jika pelabuhan dan dermaga kami terancam, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan (Timur Tengah) akan menjadi target yang sah bagi kami," kata Shekarchi kepada stasiun televisi pemerintah.

Centcom, misi militer AS di Timur Tengah, pekan lalu mengeluarkan peringatan kepada warga sipil Iran untuk menjauh dari pelabuhan-pelabuhan di sepanjang garis pantai Selat Hormuz.

Mereka menuduh militer Iran menggunakan pelabuhan sipil di sepanjang Selat Hormuz untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal asing.

"Centcom mendesak warga sipil di Iran untuk segera menghindari seluruh fasilitas pelabuhan tempat pasukan Angkatan Laut Iran beroperasi. Pekerja pelabuhan, personel administrasi, dan kru kapal komersial harus menghindari kapal AL Iran dan peralatan militer," bunyi peringatan Centcom.

Disebutkan pula, Angkatan Laut Iran menempatkan kapal dan peralatan militer di dalam pelabuhan sipil yang membahayakan nyawa orang-orang tidak bersalah.

Tindakan ini juga dinilai mengancam pelayaran internasional yang melintas di Selat Hormuz setiap harinya.

Pelabuhan sipil yang digunakan untuk tujuan militer kehilangan status perlindungan dan bisa menjadi sasaran militer yang sah berdasarkan hukum internasional.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji melenyapkan setiap kapal atau perahu yang berusaha memasang ranjau di Selat Hormuz.

Bahkan Trump mengatakan sedang mempertimbangkan agar AS mengambil alih selat strategis tersebut.

Ancaman dan balasan ini semakin memanaskan situasi di kawasan Teluk yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Publik internasional kini menanti perkembangan selanjutnya dari ketegangan yang melibatkan dua kekuatan besar tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved