
Repelita Teheran - Televisi pemerintah Iran mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu dini hari 1 Maret 2026 sambil membacakan pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Pengumuman tersebut disiarkan secara langsung dengan nada penuh duka cita dan penghormatan atas perjuangan Khamenei sepanjang hidupnya.
Pernyataan yang dibacakan menyatakan bahwa Khamenei telah gugur sebagai syahid dalam mempertahankan keagungan Republik Islam Iran dan kini telah bergabung dengan kerajaan surgawi tertinggi.
Menurut terjemahan Reuters bagian pernyataan berbunyi Pemimpin dan Imam umat Islam Yang Mulia Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei dalam perjuangan menjunjung tinggi keagungan tempat suci Republik Islam Iran telah menelan air syahid yang manis dan murni dan bergabung dengan Kerajaan Surgawi Tertinggi.
Momen pengumuman itu menjadi sorotan karena disampaikan dengan khidmat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kematian Khamenei melalui Truth Social serta media Israel melaporkan hal serupa lebih dulu.
Televisi pemerintah Iran menegaskan bahwa kematian Khamenei merupakan kehilangan besar bagi bangsa namun perjuangan rezim akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa Khamenei telah meninggal sebagai martir dalam membela kedaulatan dan kehormatan Iran dari agresi asing.
Siaran tersebut memicu reaksi beragam di dalam negeri mulai dari duka cita resmi hingga perayaan diam-diam di sejumlah wilayah.
Pengumuman kematian Khamenei di televisi negara menjadi titik penting yang menandai perubahan besar dalam dinamika kekuasaan Iran pasca-Revolusi 1979.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

