Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sugiono: Dunia Lebih Berbahaya dari Tahun Lalu, Banyak Negara Masuk Mode Bertahan Hidup

 Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan keterangan pers terkait ISF di Washington DC, AS, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.

Repelita Jenewa - Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyatakan bahwa banyak negara di dunia saat ini telah beralih ke mode bertahan hidup akibat kondisi global yang semakin tidak stabil.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam sesi High-Level Segment Konferensi Perlucutan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa Swiss pada Senin dua puluh tiga Februari dua ribu dua puluh enam.

Sugiono menegaskan bahwa situasi dunia hari ini jauh lebih berbahaya dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketika saya berpidato di Konferensi ini tahun lalu situasi global sudah rapuh hari ini kondisinya bahkan lebih tidak menentu lebih terpolarisasi dan lebih berbahaya katanya.

Menurutnya hukum internasional sedang menghadapi tekanan yang semakin berat sementara lembaga-lembaga multilateral juga mengalami tekanan yang meningkat.

Di tengah lingkungan global yang semakin bergejolak Indonesia tetap mempertahankan komitmen kuat terhadap perlucutan senjata multilateral sebagai fondasi utama perdamaian dan keamanan internasional.

Perlucutan senjata multilateral melibatkan kerja sama internasional di bawah kepemimpinan PBB untuk menghapus senjata nuklir kimia serta biologis demi terciptanya perdamaian dunia.

Kami percaya komitmen ini bukanlah idealisme melainkan sebuah kebutuhan tegas Sugiono.

Ia menambahkan bahwa lanskap perlucutan senjata global tidak hanya mengalami stagnasi melainkan juga mengalami kemunduran signifikan.

Sugiono menyebutkan bahwa lebih dari dua belas ribu hulu ledak nuklir masih ada di berbagai negara sementara program modernisasi senjata nuklir terus dipercepat.

Retorika penggunaan senjata nuklir juga semakin sering muncul dan menjadi semakin mengkhawatirkan.

Narasi tersebut semakin mencemaskan setelah Perjanjian New START yang menjadi batasan terakhir bagi dua persenjataan nuklir terbesar berakhir pada lima Februari dua ribu dua puluh enam.

Berakhirnya Perjanjian New START batasan mengikat terakhir pada dua persenjataan nuklir terbesar menandai momen yang mencemaskan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade tidak ada batasan yang disepakati pada kekuatan nuklir strategis mereka imbuhnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved