
Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai kritik dari berbagai pihak.
Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menilai bahwa tindakan Jokowi tersebut mengindikasikan adanya ambisi kekuasaan yang belum padam, meskipun telah menjabat sebagai kepala negara selama dua periode.
Menurut Guntur Romli, dukungan Jokowi yang sangat kuat terhadap PSI, yang kini dipimpin oleh putranya sendiri, Kaesang Pangarep, semakin memperjelas dugaan ambisi tersebut.
Hal ini disampaikan Guntur Romli kepada wartawan pada Senin, 2 Februari 2026.
Guntur Romli berpendapat bahwa dukungan Jokowi terhadap PSI bukanlah bentuk pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara, melainkan lebih didorong oleh kepentingan kekuasaan keluarga.
Fakta bahwa posisi tertinggi di partai tersebut dipegang oleh putranya semakin memperkuat anggapan ini.
"Ini menunjukkan Jokowi bukan teladan yang baik sebagai tokoh politik, karena dia hanya mementingkan terus berkuasa," tegas Guntur Romli.
Guntur Romli kemudian menyinggung kembali wacana tentang presiden tiga periode yang sempat mencuat sebelumnya.
Ia menyatakan bahwa ketika keinginan tersebut ditolak oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi justru mengambil langkah politik lain yang dianggapnya kontroversial.
"Karena ditolak Ibu Megawati, Jokowi berkhianat, dengan memaksakan anaknya Gibran menjadi wapres dengan mengangkangi konstitusi melalui Mahkamah Konstitusi yang dipimpin iparnya sendiri saat itu," pungkas Guntur Romli.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

