Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kepala BGN Menghina Orang Miskin: Sukses Sekolah Bukan Uang Jajan

 Penulis: Rina Syafri (anak orang miskin)

Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, bahwa anak-anak mengalami putus sekolah karena orang tua tidak mampu memberi uang jajan, sungguh menyakitkan hati. Kata-kata itu bukan hanya keliru. Tetapi juga merendahkan martabat jutaan keluarga miskin yang menjadikan pendidikan sebagai kehormatan, bukan kemewahan.

Ayah saya almarhum adalah seorang tukang jahit sekaligus penyadap karet di kampung. Sepulang dari kebun karet, beliau menjahit di tailor kecilnya. Ibu saya seorang ibu rumah tangga. Hidup kami sederhana, penuh kerja keras, tanpa uang jajan, tetapi kaya dengan semangat belajar.

Kami tidak cengeng seperti yang Anda simpulkan. Kakak kedua saya berhasil tamat kuliah dan kini menjadi guru SD di Bengkulu. Kakak keempat saya tamat SMA, lalu bekerja di sebuah perusahaan swasta di Padang. Hingga kini tetap setia di perusahaan tersebut tanpa pernah pindah kerja. Kakak keenam saya menyelesaikan kuliah S1 dan menjadi guru di Sumatra Barat. Ketiganya tidak pernah jajan saat sekolah. Tetapi mereka berhasil menempuh pendidikan dengan tekun.

Kendati miskin, orang tua kami paham tentang nilai (values). Kami diajarkan bahwa sekolah adalah jalan hidup, bukan tempat pamer bekal. Orang tua kami selalu berkata: “Nak, belajarlah yang tekun. Capai cita-citamu setinggi langit seperti Pak Habibie.”

Generasi Berikutnya

Tiga adik saya di bawah saya semuanya lulus S1 dan kini menjadi PNS. Benar, kami bukan keluarga kaya harta. Namun kami kaya semangat, prinsip, dan tekad untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Ini pesan tegas kami kepada Anda, Pak Dadan. Ketika Anda menyederhanakan masalah putus sekolah hanya karena tidak ada uang jajan, Anda bukan hanya salah dalam analisis. Tetapi juga menyinggung harga diri orang-orang miskin yang berjuang dengan keringat dan tekad.

Kami orang miskin tidak minta dikasihani. Kami minta dihormati. Pernyataan Anda telah melukai hati banyak keluarga yang membuktikan bahwa pendidikan bisa dicapai tanpa sepeser pun uang jajan.

Bapak Dadan Hindayana, Anda harus minta maaf.
Jika tidak di dunia, maka di akhirat Anda akan diminta pertanggungjawaban atas kata-kata yang merendahkan martabat rakyat miskin.

Bagi kekuarga kami, dan jutaan keluarga lainnya, sukses sekolah terbukti bukan karena uang jajan. Simplifikasi Anda bahwa tanpa uang jajan banyak yang putus sekolah, salah total.(*)

Salam hormat,
Rina Syafri

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved