Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[GEGABAH] Pernyataan Dubes AS Mike Huckabee Soal 'Tanah Alkitab' Israel Bikin Timur Tengah Membara

 Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. (Foto: Getty Images/Chip Somodevilla)

Repelita Jakarta - Gegabah! Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, soal klaim 'Tanah Alkitab' berhasil membuat situasi Timur Tengah kembali membara.

Hubungan diplomatik di kawasan itu kini berada di titik didih setelah pernyataan kontroversial sang Dubes memicu gelombang kecaman dari negara-negara Arab.

Pemicunya bukan serangan militer, melainkan rentetan kalimat ceroboh yang dilontarkan Huckabee dalam sebuah wawancara di podcast milik komentator sayap kanan Tucker Carlson yang dirilis Jumat lalu (20/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Huckabee melontarkan pernyataan yang menyiratkan dukungan penuh atas klaim alkitabiah Israel terhadap wilayah luas di Timur Tengah.

Klaim tersebut mencakup wilayah mulai dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak, sontak 'khotbah' politik Huckabee ini memicu kemarahan negara-negara Arab.

Polemik bermula saat Tucker Carlson menyinggung tafsir ayat Alkitab yang sering digunakan kelompok sayap kanan untuk mengeklaim hak wilayah Israel atas tanah Arab.

Menanggapi hal itu, Huckabee dengan enteng berujar, "Tidak masalah jika mereka (Israel) ingin mengambilnya," tanpa mempertimbangkan sensitivitas diplomatik yang ada.

Meski belakangan ia mencoba meralat dengan menyebut ucapannya sebagai pernyataan agak hiperbolis dan mengeklaim Israel tidak benar-benar ingin mengambil semuanya, nasi sudah menjadi bubur.

Kata-kata gegabah tersebut telah terlanjur melukai kedaulatan negara-negara tetangga yang selama ini menjalin hubungan dengan Washington.

Reaksi keras datang silih berganti dari berbagai negara Arab yang merasa terancam oleh pernyataan kontroversial sang Dubes.

Arab Saudi tanpa tedeng aling-aling menyebut pernyataan Huckabee sebagai tindakan yang ceroboh dan sama sekali tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Yordania menilai ucapan tersebut sebagai serangan nyata terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Mesir, melalui Kementerian Luar Negerinya, mempertegas garis merah bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan sejengkal pun atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya.

Senada dengan itu, Kuwait dan Oman memperingatkan bahwa retorika semacam ini hanya akan menghancurkan prospek perdamaian yang sudah rapuh.

Di sisi lain, Otoritas Palestina mencium adanya ketidaksinkronan di internal Gedung Putih terkait pernyataan diplomat tersebut.

Mereka menyebut ocehan Huckabee bertentangan dengan komitmen Presiden Donald Trump yang sebelumnya menolak aneksasi Israel atas Tepi Barat.

Menariknya, sosok di balik mikrofon Tucker Carlson juga tengah menjadi sorotan tajam publik internasional atas perannya.

Carlson dituding menyuburkan sentimen antisemitisme setelah sebelumnya mewawancarai tokoh nasionalis kulit putih, Nick Fuentes.

Nick Fuentes sendiri dikenal sebagai pemuja Hitler dan penyangkal Holocaust yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial.

Kini bola panas ada di tangan Washington, akankah pernyataan gegabah sang Dubes dibiarkan menjadi api dalam sekam.

Ataukah ada langkah konkret dari pemerintah AS untuk meredam kemarahan kolektif dunia Arab yang mulai memuncak.

Satu yang pasti, di panggung diplomasi Timur Tengah, satu kata salah yang dilontarkan secara gegabah bisa berakibat fatal bagi hubungan internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved