
Repelita Washington - Pemerintahan Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra tunggal dalam pengelolaan sektor minyak negara tersebut.
Washington menuntut Caracas memprioritaskan penjualan minyak mentah berat kepada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat serta mengakhiri semua bentuk kerja sama ekonomi dengan Tiongkok, Rusia, Iran, dan Kuba.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Venezuela harus mengusir seluruh penasihat dan personel dari keempat negara itu sebelum diizinkan meningkatkan produksi minyaknya.
Beberapa diplomat mungkin diperbolehkan tetap berada, namun hubungan militer dan ekonomi harus diputus total.
Presiden Trump pada 7 Januari 2026 mengumumkan bahwa Venezuela akan mulai mengirimkan hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat dengan nilai mencapai lebih dari 2,8 miliar dolar berdasarkan harga acuan saat ini.
Langkah ini digambarkan sebagai menguntungkan kedua belah pihak serta bagian dari upaya membenahi infrastruktur minyak Venezuela yang rusak.
Pemerintahan Trump berencana menggelar pertemuan dengan perusahaan energi Amerika dalam waktu dekat untuk membahas peluang investasi besar di sektor tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning pada konferensi pers di Beijing tanggal 7 Januari 2026 menyatakan bahwa hak kerja sama Tiongkok dan negara lain di Venezuela adalah sah serta harus dilindungi.
Beijing dengan tegas mengutuk penggunaan kekerasan oleh Amerika Serikat untuk memaksa Venezuela memberikan prioritas kepada Washington dalam pengelolaan sumber daya alamnya.
Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi klasik yang merusak tatanan ekonomi sosial Caracas serta mengganggu stabilitas rantai pasok industri global.
Pada 6 Januari 2026, Tiongkok juga mengkritik proses peradilan terhadap Nicolas Maduro di Amerika Serikat sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Venezuela dan norma hukum internasional.
Mao Ning menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menerapkan hukum domestiknya terhadap negara berdaulat lain.
Kemitraan strategis antara Tiongkok dan Venezuela tetap kokoh meskipun ada tekanan eksternal yang meningkat.
Operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 berhasil menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya dengan tuduhan terkait narkotika yang selama ini ditolak oleh Caracas.
Serangan itu menewaskan puluhan orang termasuk warga sipil dan personel militer, di antaranya 32 warga Kuba yang disebut sedang membela konstitusi Venezuela.
Delcy Rodríguez kemudian dilantik sebagai presiden sementara untuk menjaga kelangsungan pemerintahan di tengah ancaman intervensi lanjutan dari Washington.
Editor: 91224 R-ID Elok

