Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menganggap biaya pembuatan sumur bor sebesar Rp150 juta per titik masih tergolong terjangkau terus menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.
Penulis terkenal Indonesia yang bernama asli Darwis, Tere Liye, ikut menyampaikan pandangannya melalui akun media sosial pribadinya.
Ia menjelaskan bahwa tarif standar pengeboran sumur bor hanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu untuk setiap meter.
"Biaya sumur bor itu hanya 300-700ribu per meter. Tergantung besar pipa yang dipakai. Kalau cuma untuk keperluan warga di kampung, itu paling cuma 20-30 juta," tulis Tere Liye pada Minggu, 4 Januari 2026.
Menurut pengalamannya, angka tersebut sudah untuk kualitas sumur bor yang sangat baik.
Bahkan untuk spesifikasi standar, biaya bisa jauh lebih rendah lagi hingga di bawah Rp10 juta.
"Percayalah, saya habis bikin soalnya. Tahu persis," tambahnya.
Tere Liye kemudian menyindir bahwa angka yang disebutkan boleh saja lebih tinggi sesuai keinginan.
"Tapi terserah bapak sajalah, mau harga 2 miliar per lubang juga boleh," katanya.
Ia mempertanyakan sumber dana untuk proyek semacam itu.
"Kan duitnya pakai duit pribadi pak Prabowo kan? Atau bukan? Karena, fans bapak itu sampai detik ini yakin sekali semua kegiatan bapak itu pakai duit pribadi. Dikit-dikit klaim bantuan pribadi," kritiknya.
Tere Liye menyatakan keheranannya terhadap pejabat yang mengaku kaya namun tetap mengeluhkan kesulitan bisnis jika tidak menduduki jabatan.
Menurutnya, sebaiknya fokus saja pada usaha pribadi.
"Ssst, pejabat-pejabat itu, duuh, hobinya memang mark up, bagi-bagi proyek, minta komisi, dll. Minta jatah semua deh. Right?" tutup Tere Liye.
Editor: 91224 R-ID Elok

