
Repelita Aceh - Pendakwah sekaligus penulis Salim A Fillah kembali mengajak masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap kondisi pascabencana di Aceh yang belum sepenuhnya pulih.
Ia menilai bahwa bantuan masih sangat diperlukan walaupun bencana banjir dan longsor telah berlalu lebih dari sebulan.
Melalui akun media sosial X miliknya, Salim A Fillah mengunggah sejumlah foto kunjungannya ke lokasi terdampak.
Salah satu foto menunjukkan dirinya menyeberangi sungai menggunakan jembatan sling yang dibangun timnya.
"Semuanya, tolong datang dan kembali ke Aceh. Bencana ini belum selesai," tulis Salim A Fillah sebagai keterangan pada foto tersebut.
Kunjungan kedua ini dilakukan setelah menerima laporan dari tim lapangan bahwa liputan tentang Aceh mulai meredup.
Padahal kebutuhan masyarakat di sana masih sangat mendesak sehingga ia memutuskan menunda sejumlah agenda lain untuk kembali ke wilayah tersebut.
Jembatan sling yang dibuat timnya terbukti sangat membantu mobilitas warga antar lokasi yang terpisah akibat rusaknya infrastruktur.
Salim A Fillah secara pribadi menjajal jembatan tersebut untuk memverifikasi tingkat keamanannya.
Ia menyatakan bahwa kondisi di satu kecamatan saja sudah seperti itu sementara di wilayah lain situasinya bahkan lebih parah.
"Jadi tolong, jangan biarkan Aceh berjuang sendirian."
Di sisi lain, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan keluhan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum pernah mengunjungi kabupatennya pasca banjir besar.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi DPR RI bersama satgas pemulihan bencana dengan kementerian serta kepala daerah terdampak pada Selasa 30 Desember 2025.
Ismail menyebut dari 27 kecamatan di Aceh Utara, sebanyak 25 kecamatan terdampak banjir.
Namun kondisi tersebut kurang terekspos karena gangguan jaringan telekomunikasi dan listrik yang mati total.
"Kami sinyal tidak ada, Telkom mati, makanya tidak viral. Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota. Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak dan sinyal HP mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut, kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut, kemudian manusianya hanyut dibawa arus. Kami hanya bisa melihat di atap-atap menasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan."
Ia bahkan sempat menangis saat memohon pengiriman bantuan ke wilayah terisolasi.
Ismail mengapresiasi kunjungan pimpinan Komisi V DPR RI serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang telah datang langsung.
Menurutnya, dampak bencana di Aceh Utara lebih berat daripada tsunami karena melanda dari hulu hingga hilir dengan rumah warga hanyut serta munculnya muara-muara baru yang menghancurkan kampung.
"Tapi pusat kayaknya tutup mata, akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu, makanya tidak viral. Mungkin itu alasan tidak hadir," ujarnya.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat menyatakan bahwa undangan kunjungan kepada Presiden Prabowo untuk Aceh Utara sedang diproses.
"Lagi kita undang," kata Dasco.
Editor: 91224 R-ID Elok

