
Repelita Aceh Tamiang - Akademisi Universitas Indonesia Ronnie H. Rusli menyampaikan kritik tajam terhadap estimasi biaya pengeboran sumur bor di Aceh yang mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per titik untuk kedalaman 100 hingga 200 meter.
Estimasi tersebut diungkapkan oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026 di Aceh Tamiang.
Ronnie menyoroti bahwa angka tersebut terlalu tinggi dan rawan memicu penggelembungan anggaran sejak tahap awal.
Pernyataan Ronnie disampaikan melalui akun X @Ronnie_Rusli pada 3 Januari 2026.
@prabowo Kalau 150juta per titik bor sumur ini namanya korup di awal dengan mark up gila2an. Di Jakarta saja ongkosnya cuma Rp15 juta saja sdh pakai toren penampungan air. Kasih pengusahan kecil saja untuk proyek ini khususnya yg di Aceh.
Ia menekankan perbandingan dengan wilayah Jakarta yang hanya memerlukan sekitar Rp15 juta sudah termasuk toren air.
Selisih harga yang mencolok ini patut menjadi fokus utama pemerintah, terutama untuk program bantuan korban bencana.
Ronnie menyarankan pelibatan pengusaha lokal berskala kecil guna memastikan proses lebih hemat dan langsung mengena sasaran.
Inisiatif penyediaan air bersih harus benar-benar memberikan manfaat optimal tanpa celah untuk pemborosan dana.
Di sisi lain, Presiden Prabowo menyebut angka tersebut masih masuk akal berdasarkan pengalamannya pribadi.
Maaf ya, kalau satu sumur bor kedalaman 100–200 meter Rp150 juta, saya anggap relatif murah.
Prabowo menilai biaya itu sudah mencakup kelengkapan seperti pompa, jalur distribusi, serta tangki penyimpanan agar air siap pakai bagi warga.
Kepala BNPB Suharyanto memperkuat penjelasan bahwa paket tersebut lengkap sepenuhnya.
Lengkap, Bapak. Dengan instalasi airnya, kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat.
Diskusi ini menjadi respons atas perdebatan publik yang muncul setelah rekaman rapat tersebar luas, sekaligus menegaskan komitmen pemenuhan air bersih di zona terdampak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

