
Repelita Jakarta - Polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo kembali memanas setelah Dokter Tifa memaparkan analisis metasintesis melalui media sosialnya pada 8 Januari 2026.
Analisis tersebut menyatakan bahwa foto versi berkacamata pada ijazah hanya memiliki kesamaan 0,29 persen dengan wajah Joko Widodo.
Hitungan tersebut diklaim berbasis ilmu matematika pasti dan sulit dibantah.
Kesimpulan serupa juga ditunjukkan melalui simulasi aplikasi kecerdasan buatan yang dipublikasikan kanal YouTube QNC Opposite Channel.
Hasil prediksi usia lanjut dari foto ijazah menunjukkan tidak ada kemiripan sama sekali dengan penampilan Joko Widodo yang dikenal publik selama ini.
Pengamat Erizal dalam ulasannya di Facebook pada Kamis, 8 Januari 2026, menyoroti kebiasaan Joko Widodo dan putranya Gibran Rakabuming Raka sering menyisipkan istilah teknologi seperti algoritma, kecerdasan buatan, serta coding dalam pidato.
Menurut Erizal, penggunaan diksi modern tersebut seolah menjadi ciri khas untuk menunjukkan kesesuaian dengan perkembangan zaman.
Ia mengaitkannya dengan kasus ijazah di mana seorang warganet menggunakan aplikasi kecerdasan buatan untuk memprediksi penampilan foto ijazah pada usia 60 tahun.
Hasilnya mengejutkan karena tidak menunjukkan kemiripan dengan sosok Joko Widodo sebagai presiden ke-7.
Erizal juga merujuk respons sebelumnya dari asisten kecerdasan buatan bernama LISA buatan Universitas Gadjah Mada.
Saat itu, LISA menyatakan bahwa Joko Widodo pernah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan namun tidak menyelesaikan studi hingga lulus.
Erizal mempertanyakan mana yang lebih dapat dipercaya antara output teknologi kecerdasan buatan atau pernyataan resmi dari pihak terkait.
Diskusi ini semakin memperdalam perdebatan mengenai integritas dokumen pendidikan tokoh publik.
Berbagai analisis digital serta simulasi kecerdasan buatan terus menjadi bahan perdebatan di kalangan netizen.
Isu ini mencerminkan keraguan sebagian masyarakat terhadap keabsahan arsip akademik figur nasional.
Polemik ijazah Joko Widodo telah berlangsung lama dan sering muncul kembali dengan pendekatan teknologi baru.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

