Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ferdinand dan Arie Kriting Serang Teddy Gusnaidi: Dituduh Bela Penguasa Demi Ambisi Jabatan

 

Repelita Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, bersatu suara dengan komika Arie Kriting dalam menyindir Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, di tengah perdebatan sengit seputar buzzer di platform media sosial X.

Perdebatan awal bermula dari ketidaksetujuan Teddy terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang salah satunya menyentil kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Teddy kemudian mengajukan pertanyaan langsung kepada Arie Kriting selaku sesama pelaku komedi mengenai pembenaran menghina fisik orang lain demi mencari nafkah.

"Mas Arie izin bertanya, apakah dapat dibenarkan Pandji dalam mencari nafkah untuk makan keluarganya, dengan cara menghina fisik orang lain, yang bukan partner kerjanya?," ucap Teddy.

Ia melanjutkan dengan menanyakan alasan komika lain termasuk Arie tetap membela Pandji jika tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

"Kalau anda membenarkan hal itu, apakah boleh orang lain mengolok-olok fisik mas Arie dan kawan-kawan Komika?," timpalnya.

Arie Kriting memilih menghindari jebakan dengan hanya meminta Teddy mengulang dan memperjelas maksud pertanyaannya.

"Apa? Bisa diulang pertanyaannya? Maaf mas, maksudnya bagaimana?," balas Arie.

Sebelumnya, Arie memang pernah menyentil kemunculan buzzer pasca viralnya materi stand-up Pandji Pragiwaksono.

"Gampang kok cara membedakan Buzzer dan bukan Buzzer," kata Arie sebelumnya.

"Ia menjelaskan bahwa jika timeline seseorang didominasi 90 persen konten politik dari satu kubu, maka orang tersebut dapat dikategorikan sebagai buzzer.

"Kalau sekali-sekali saja membahas politik, berarti bukan buzzer," terangnya.

Arie menambahkan bahwa membahas politik sesekali merupakan wujud kepedulian warga negara terhadap bangsa.

"Iya kadang kita bahas politik, tapi sebagai warga negara yang peduli," kuncinya.

Di saat perdebatan memanas, Ferdinand Hutahaean ikut campur dengan melontarkan serangan tajam kepada Teddy pada 8/1/2026.

"Si penjilat ini tak kunjung dapat tempat," ujar Ferdinand di X @ferdinand_mpu (8/1/2026).

Ferdinand menyebut Teddy selalu membela penguasa secara intens namun tidak pernah mendapatkan posisi atau jabatan.

Ia bahkan membandingkan perilaku Teddy dengan politikus PSI Ade Armando yang dianggap terus berteriak demi mendapatkan bagian dari kekuasaan.

"Maka tak heran kalau dirinya selalu berupaya seperti Ade Armando," tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved