
Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan setelah warganet mengunggah foto kemasan susu kotak yang didistribusikan ke sekolah dengan label khusus Susu Sekolah namun ternyata mengandung susu rekombinasi bukan susu segar murni.
Foto kemasan yang beredar luas di berbagai platform media sosial menunjukkan desain mirip produk susu UHT ternama namun pada daftar komposisi tercantum penggunaan susu rekombinasi sebagai bahan utama.
Susu rekombinasi merupakan jenis susu olahan yang dibuat dengan mencampur kembali susu bubuk skim lemak susu anhidrat serta air hingga mencapai tekstur dan rasa menyerupai susu segar.
Proses produksi ini memungkinkan masa simpan jauh lebih panjang serta biaya distribusi yang lebih murah dibandingkan susu segar yang harus melalui rantai dingin ketat dari peternakan hingga konsumen.
Penggunaan susu rekombinasi memang umum diterapkan pada produk susu UHT susu kental manis hingga es krim karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah rusak selama penyimpanan serta pengiriman jarak jauh.
Pemberian susu rekombinasi dalam program MBG ini memicu pertanyaan publik mengenai standar gizi yang dijanjikan pemerintah karena kandungan nutrisi susu rekombinasi dapat berbeda dengan susu segar segar yang diperah langsung dari sapi.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Badan Gizi Nasional atau kementerian terkait mengenai alasan pemilihan susu rekombinasi sebagai bagian dari menu bergizi gratis yang menyasar jutaan siswa sekolah dasar di seluruh Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

