Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tere Liye Rujak Prabowo ke Pakistan Saat Sumatera Berduka: Kalau Tentara Namanya Desersi

Repelita Jakarta - Perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan di tengah pemulihan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang belum optimal menjadi bahan kritik dari berbagai tokoh publik.

Penulis terkenal Tere Liye melontarkan sindiran halus melalui akun X-nya @tereliye pada Rabu 10 Desember 2025.

Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… Itu enggak bisa. Prabowo, Desember 2025 (sebelum halan2 ke Pakistan).

Seorang warganet merespons dengan nada sarkastik di kolom komentar unggahan tersebut.

Kalau bupati yang disana dia umroh pakai duit pribadi salah,,, kalau yang ini butuh healing bang,,maklum udh tua,,nnti klau ndak darah tinggi nya kumat..

Ustaz Hilmi Firdausi juga turut mengomentari isu serupa melalui akun X-nya @ustazhilmi pada Rabu 10 Desember 2025 dengan membagikan video ceramah KH Ahmad Baha’uddin Nursalim atau Gus Baha.

Nasihat Gus Baha untuk pejabat yang meninggalkan rakyatnya ketika musibah.

Dalam rekaman tersebut yang disampaikan pada acara Ngaji Bareng bersama Prof Dr M Quraish Shihab di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Sleman, pada Senin 8 Desember 2024, Gus Baha mengecam sikap pejabat yang absen saat warga menghadapi musibah.

Ya seperti misalnya kamu pejabat, pas daerah kamu ada musibah banjir, kamu tinggal i'tikaf di Ka'bah, tetap orang enggak nganggep itu i'tikaf, Itu ngawur mesti orang itu karena meninggalkan fardu ain (kewajiban).

Gus Baha menegaskan bahwa tanggung jawab moral pejabat mengharuskan kehadiran penuh untuk mendampingi masyarakat di saat-saat sulit seperti banjir bandang.

Sementara itu, Presiden Prabowo tiba di Islamabad, Pakistan, pada Senin 8 Desember 2025, atas undangan resmi Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Kunjungan kenegaraan ini langsung disambut dengan upacara militer kehormatan yang mencerminkan ikatan strategis erat antara Indonesia dan Pakistan.

Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 ditemani enam jet tempur JF-17 Thunder dari Angkatan Udara Pakistan saat memasuki ruang udara negara tuan rumah, sebuah protokol khusus untuk tamu tingkat kepala negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved