Pengumuman pengiriman bantuan tahap lanjutan itu disampaikan Ferry melalui akun Instagram @irwandiferry pada Kamis, 11 Desember 2025, setelah ia terpaksa pulang ke Jakarta akibat gangguan kesehatan usai bertugas selama seminggu penuh di lapangan.
Gue belum dapat clearance medis, jadi minggu ini belum bisa berangkat lagi. Gue paksain malah jadi beban nantinya. Maaf ya, kawan-kawan. Minggu depan kita coba lagi.
Semoga membaik ya. Amanat soalnya, hati gue nggak tenang, hahahaha.
Btw, bantuan logistik bersama penggalangan dana lain seberat 15 ton sudah siap berangkat besok melalui penyewaan pesawat kargo. Nanti kita update pengirimannya.
Sambil menunggu kondisi fisik pulih, Ferry memilih memaksimalkan waktu di Jakarta untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangan dan administratif bersama tim Kita Bisa.
Jadi sementara ini, sebelum berangkat lagi, waktu yang ada bakal coba gue dedikasiin buat ngurus LPJ dan lapkeu-nya bersama tim @kitabisacom.
Dengan latar belakang pendidikan akuntansi dari STAN dan sedang menempuh program doktor bidang data science, Ferry menyatakan telah menyusun peta distribusi lengkap yang mencakup wilayah terdampak, jalur logistik, jarak tempuh, tingkat urgensi, serta kebutuhan spesifik tiap posko.
Akuntansi dan data analitik, sebagai lulusan STAN dan kandidat doktor di data science, harusnya dua bidang ini bisa dikerjakan dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab atas pendidikan formal yang saya miliki. jadi mari kita lakukan. Yakin Usaha Sampai!
Langkah ini dilakukan meski sebelumnya Ferry sempat mendapat sindiran dari anggota DPR RI Endipat Wijaya yang menyebut donasi Rp10,3 miliar yang terkumpul dalam 24 jam masih terlalu kecil dibandingkan upaya pemerintah.
Ferry justru menanggapi dengan terus mempercepat penyaluran bantuan, menegaskan komitmennya menjaga amanah masyarakat yang telah mempercayakan donasi kepadanya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

