
Repelita Yogyakarta - Sebuah rekaman tanggapan dari asisten kecerdasan buatan milik Universitas Gadjah Mada yang keliru terkait latar belakang pendidikan Presiden RI kini banyak beredar di dunia maya.
Kesalahan informasi yang diberikan oleh sistem bernama LISA itu memicu diskusi publik mengenai tingkat keandalan produk teknologi tersebut.
Asisten virtual yang dikembangkan untuk layanan kampus itu memberikan pernyataan yang saling bertentangan ketika ditanya mengenai status Presiden Joko Widodo sebagai lulusan universitas tersebut.
Tanggapan itu langsung mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan pengguna media sosial.
Juru bicara Universitas Gadjah Mada I Made Andi Arsana dengan segera memberikan klarifikasi resmi mengenai kapasitas dan fungsi dari LISA.
Dijelaskannya bahwa LISA merupakan hasil kerja sama antara universitas dengan perusahaan teknologi Botika sebagai bagian dari inisiatif layanan terpadu.
Layanan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan informasi bagi mahasiswa aktif serta masyarakat luas yang membutuhkan keterangan seputar kampus.
Basis pengetahuan yang dimiliki oleh LISA sengaja dibatasi hanya pada data internal universitas mengenai urusan akademik dan kemahasiswaan.
Sistem itu juga didesain untuk tidak menyimpan atau mengelola data pribadi dari figur publik manapun termasuk profil para tokoh nasional.
Made menekankan perbedaan mendasar antara LISA dengan berbagai model kecerdasan buatan komersial yang sudah lebih dikenal luas.
LISA mengandalkan sumber data utama dari dalam kampus dan hanya akan merujuk pada informasi dari internet jika memang sangat diperlukan.
Sistem yang masih berada dalam tahap pengembangan awal ini terus menjalani proses pelatihan untuk meningkatkan akurasinya di waktu mendatang.
Adanya ketidaksesuaian informasi dalam tanggapan LISA mengenai Presiden terlihat jelas dari dua pernyataan yang saling bertolak belakang.
Pertama sistem menyatakan bahwa Presiden bukan alumni kemudian pada kalimat berikutnya justru menyebutkan penyelesaian pendidikan di Fakultas Kehutanan universitas tersebut.
Kontradiksi semakin tampak dengan pernyataan ketiga yang menyebutkan ketidaklulusan padahal pernyataan sebelumnya menginformasikan penyelesaian studi.
Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan kebenaran status Presiden Joko Widodo sebagai lulusan Fakultas Kehutanan dari angkatan tahun 1980.
Rektor universitas sebelumnya telah mengonfirmasi hal ini melalui suatu video resmi yang disertai dengan dokumen pendukung seperti ijazah dan tugas akhir.
Banyak rekan seangkatan Presiden juga sering memberikan kesaksian langsung disertai dengan bukti foto selama masa studi maupun prosesi wisuda.
Pengembangan kemampuan LISA akan terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan keandalan sistem sebagai alat bantu informasi.
Pihak universitas kembali menegaskan bahwa data sensitif mengenai riwayat hidup tokoh publik tidak menjadi bagian dari cakupan pengetahuan sistem tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

