Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ray Rangkuti Kritik Tito Karnavian: Pernyataan Rendahkan Bantuan Malaysia Tunjukkan Keangkuhan dan Malukan Indonesia

 Ray Rangkuti Soroti Sikap Sentralistik Presiden soal Bupati Aceh Selatan: Langkahnya Terlalu Jauh - Konteks.co.id - Halaman 2

Repelita Jakarta - Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai besaran bantuan dari Malaysia untuk korban banjir di Sumatra mendapat kecaman tajam dari Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti.

Ray Rangkuti menilai ucapan tersebut tidak layak, mengandung unsur kesombongan, serta berisiko merusak relasi diplomatik dengan negara tetangga.

Menurutnya, membandingkan kontribusi sukarela dari negara lain dengan tanggung jawab konstitusional pemerintah terhadap warganya merupakan pendekatan yang salah dan tidak pada tempatnya.

“Bukan hanya memalukan, tapi menunjukkan keangkuhan dan tidak adanya penghormatan atas niat baik negara tetangga,” ujar Ray dalam keterangan tertulisnya kepada Konteks.co.id, Rabu, 17 Desember 2025.

Ray Rangkuti menekankan bahwa pernyataan seorang menteri tidak dapat dipandang sebagai opini pribadi semata karena mencerminkan posisi resmi negara di arena internasional.

Oleh karena itu, ia mendesak Tito Karnavian untuk segera mencabut ucapan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pemerintah serta rakyat Malaysia.

“Nada merendahkan terhadap negara lain sangat tidak dapat dibenarkan. Lebih tidak dapat dibenarkan karena dilakukan oleh Mendagri yang merupakan perwakilan utama presiden dalam hal tata kelola pemerintahan dalam negeri,” tuturnya.

Ray Rangkuti juga mengkritik relevansi perbandingan yang dilakukan karena mencampuradukkan antara kewajiban negara dengan inisiatif sukarela dari pihak eksternal.

“Bagaimana mungkin membandingkan bantuan negara lain dibandingkan dengan kewajiban pemerintah atas rakyat sendiri. Jelas sangat tidak relevan. Sama tidak relevannya membandingkan bantuan warga yang dilakukan dengan sukarela dengan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah pada korban banjir bandang Sumatra,” kritik Ray.

Ia menambahkan bahwa pola pikir semacam ini mengindikasikan ketidakpahaman atas perbedaan hakiki antara tanggung jawab wajib negara dan empati sukarela dari individu atau negara lain.

“Perlu disampaikan bahwa bantuan itu bersifat sukarela. Karena itu sifatnya sukarela, maka tidak patut dinilai dari besar kecilnya. Ia hanya bisa dinilai dari aspek kerelaan,” ujar dia.

Ray Rangkuti menegaskan bahwa kehadiran negara dalam penanganan bencana merupakan kewajiban mutlak bukan sekadar kontribusi opsional.

“Bahwa orang lain memiliki empati dan ikut serta bertindak mengurangi rasa sakit para korban. Peran pemerintah bukanlah membantu. Tapi bersifat wajib," tegas Ray.

"Wajib terlibat untuk memperbaiki kondisi Sumatra paska banjir, wajib memberi makan warganya, wajib menyediakan rumah bagi para pengungsi, wajib memastikan peristiwa yang sama tidak akan terulang. Jelas sangat berbeda antara tindakan karena sukarela dengan kewajiban yang harus dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya Tito Karnavian mengomentari rencana pengiriman bantuan obat-obatan dari seorang pengusaha Malaysia untuk korban banjir di Aceh.

Menurutnya, nilai bantuan tersebut relatif kecil yakni kurang dari satu miliar rupiah.

“Kita kan, negara, kalau itu Rp1 miliar, kita cukup (mampu), kita punya anggaran yang jauh lebih besar daripada itu. Bantuan yang kita deploy (kerahkan) juga jauh lebih besar daripada itu,” kata Tito dalam sebuah video wawancara seperti dikutip Selasa, 16 Desember 2025.

Tito Karnavian khawatir bantuan dalam jumlah terbatas dari luar negeri dapat menciptakan kesan bahwa pemerintah tidak cukup tanggap padahal sumber daya yang dikerahkan negara jauh lebih substansial.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved