Menurut Herwin, tindakan tersebut mencerminkan perbedaan mencolok di mana pemerintah tampil heroik di panggung internasional, namun abai terhadap kerusakan ekologis di negeri sendiri.
Prabowo menanam pohon di Brasil saat hutan Indonesia dibabat habis.
Ia menyoroti lemahnya pengawasan terhadap penebangan pembohong, menerbitkan izin yang seenaknya, serta merusaknya daerah aliran sungai yang memicu banjir dan longsor berulang.
Sementara di rumah sendiri, hutan dibabat, izin dilepas kayak brosur, DAS sakit semua, banjir longsor tiap musim ulang.
Herwin menyebut situasi ini sebagai ironi yang sulit diterima akal sehat.
Hebat juga ya, jadi pahlawan lingkungan di luar negeri, tapi plot twist di dalam negeri.
Ia bahkan melabeli kebijakan tersebut sebagai lelucon politik jika tidak diimbangi dengan perbaikan nyata terhadap krisis lingkungan domestik.
Kalau ini bukan komedi politik, terus apa?
Herwin menyaring siapa yang sebenarnya diuntungkan dari sikap pemerintah yang lebih sibuk menyelamatkan hutan negara lain daripada melindungi miliknya sendiri.
Siapa sebenernya yang lagi ngedagel? Presiden Indonesia nyumbang Rp16 triliun untuk memulihkan hutan tropis di Brasil.
Komitmen tersebut berupa kontribusi 1 miliar dolar AS ke Tropical Forest Forever Facility yang diumumkan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo usai COP30 di Belém, Brasil.
Dukungan ini juga ditegaskan Prabowo saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka pada 23 Oktober 2025.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

