
Repelita Jakarta - Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Prabowo Subianto atas sikap pasif pemerintahannya dalam menghadapi banjir dahsyat yang melanda Sumatra dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang semakin parah.
Melalui akun X pribadinya @giginpraginanto pada 11 Desember 2025 ia menyoroti bahwa kepala negara tersebut sama sekali tidak menganggap musim bencana ini sebagai situasi darurat nasional yang memerlukan intervensi cepat dan tegas dari level tertinggi.
Gigin menekankan bahwa ketidakhadiran sanksi apa pun terhadap pejabat yang gagal menangani krisis ini menjadi bukti nyata betapa ringannya Prabowo memandang tragedi yang menewaskan ratusan warga dan menggusur ribuan keluarga lainnya.
Bagi Prabowo tak ada keadaan darurat sehingga tak satu orang pun dia pecat.
Ia melanjutkan dengan nada sarkastik bahwa prioritas Prabowo justru tertuju pada manuver-manuver politik jangka panjang ketimbang menyelamatkan nyawa rakyat yang terancam banjir bandang dan longsor di berbagai provinsi Sumatra.
Tampaknya dia melihat perhitungan politik lebih penting dari bencana di Sumatra yang makin mengerikan.
Menurut Gigin alasan di balik sikap hati-hati tersebut adalah ketakutan pribadi Prabowo akan implikasi dari tindakan hukuman yang tanpa pandang bulu terhadap bawahannya.
Bila bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Dengan begitu Gigin secara implisit menyarankan bahwa satu-satunya langkah logis yang tersisa bagi sang presiden adalah menunjukkan akuntabilitas dengan cara yang paling ekstrem.
Mungkin dia harus memecat diri sendiri.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

