Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pengacara Roy Suryo: Jokowi Takut Sidang Ijazah Karena Risiko Politik Terlalu Besar


 Repelita Jakarta - Pengacara Roy Suryo Ahmad Khozinudin meramalkan bahwa persidangan kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo tidak akan pernah terlaksana secara nyata.

Menurutnya, isu ini telah melampaui ranah hukum semata dan lebih ke arah kekhawatiran politik serta upaya menjaga reputasi di bawah sorotan masyarakat luas.

Ahmad memperkirakan Jokowi belum siap menghadapi sidang terbuka yang membuka peluang pengungkapan dokumen, fakta, serta urutan peristiwa terkait ijazahnya tanpa pembatasan apa pun.

Ia yakin faktor utamanya adalah kehadiran Roy Suryo, Tifa, serta Rismon Sianipar yang gigih mengajukan gugatan, sehingga membuat posisi Jokowi semakin sulit.

Oleh sebab itu, Jokowi merasa terancam secara mendalam.

“Iya, takut. Ketakutannya itu sudah sangat luar biasa sampai dia berusaha membangun tuduhan,” katanya dalam podcast MADILOG yang disiarkan di YouTube pada Rabu, 10 Desember 2025.

Ahmad melihat gerakan politik baru-baru ini sebagai strategi pengalihan topik dan pembentukan cerita tandingan agar perhatian publik teralihkan dari tuntutan klarifikasi dokumen yang dipertanyakan.

Ahmad yakin negara mampu menyelesaikan kontroversi ijazah ini dengan cepat jika ada niat sungguh-sungguh.

Namun, jalur tersebut tidak dipilih karena potensi dampak politiknya dianggap lebih berat daripada desakan dari masyarakat.

Bagi Ahmad, alasan administratif bukanlah akar masalah utama mengapa sidang tertunda.

Malah, akibat politik yang berpotensi timbul justru menjadi alasan untuk menghindari proses tersebut secara sengaja.

Ahmad berargumen bahwa penyelesaian kasus ini memerlukan keberanian politik untuk membuka arena pembuktian yang adil dan netral.

Selama rasa khawatir akan konsekuensinya masih mendominasi, mekanisme hukum tidak akan maju.

Ia menekankan bahwa masyarakat berhak atas penjelasan yang jernih, tetapi jalan menuju sana terhalang oleh prioritas kekuasaan yang lebih mementingkan kestabilan politik ketimbang keterbukaan.

Ahmad menyimpulkan bahwa kontroversi ijazah Jokowi telah melebihi urusan kertas kredensial semata.

Ini melibatkan kepercayaan rakyat, kemampuan menghadapi risiko, serta dedikasi negara dalam menjunjung supremasi hukum.

Selama topik ini terus disamarkan melalui narasi tandingan dan tuduhan balik, Ahmad menilai sidang ijazah hanya akan menjadi obrolan kosong yang berulang tanpa resolusi, meninggalkan keraguan besar yang menggantung di ruang diskursus umum.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved