Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gus Yahya Buka Suara: Usulan Kembalikan Konsesi Tambang Bukan Tabu, Tapi Harus Dibahas Bersama

Repelita Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama versi Kramat Raya KH Yahya Cholil Staquf akhirnya memberikan tanggapan langsung terhadap pernyataan KH Said Aqil Siroj yang mengaitkan gejolak internal organisasi dengan konsesi tambang serta menyarankan pengembalian izin tersebut kepada pemerintah.

Ucapan Gus Yahya ini menandai tahap baru dalam perdebatan yang telah memanaskan suasana selama beberapa bulan terakhir di kalangan publik.

Gus Yahya menyatakan bahwa saran dari Kiai Said bukanlah sesuatu yang terlarang untuk diperbincangkan.

Baginya, segala keputusan di tubuh organisasi, termasuk mengenai konsesi tambang, harus diambil melalui proses musyawarah bersama.

“Iya, itu nggak masalah, tapi semua harus dibicarakan bersama. Karena keputusannya ini juga keputusan bersama, maka kalau diubah harus dengan pembicaraan bersama. Soal putusannya kayak apa, mari kita bicarakan nanti,” katanya di Jakarta pada Kamis, 11 Desember 2025.

Ia tidak menyangkal bahwa masyarakat sering menghubungkan panasnya situasi di internal Nahdlatul Ulama dengan masalah tambang.

“Bahwa kemudian ada gambaran terkait dengan tambang, mungkin saya kira ya masyarakat melihat yang paling banyak kerumunan, kepentingannya ada di situ,” ujarnya.

Meski demikian, Gus Yahya menegaskan bahwa permasalahan di Nahdlatul Ulama memiliki lapisan yang jauh lebih rumit daripada hanya seputar tambang.

“Ini kompleks, ada masalah macam-macam.”

Tanggapan ini merujuk pada pandangan Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj yang sebelumnya mengusulkan pengembalian konsesi tambang kepada pemerintah guna mencegah kerugian lebih besar bagi organisasi.

Kiai Said menilai kontroversi yang berkembang belakangan telah menciptakan kegaduhan baik di internal maupun eksternal, berbeda dari ekspektasi awal bahwa tambang bisa menjadi sumber kemandirian finansial bagi Nahdlatul Ulama.

Awalnya, Said Aqil memandang pemberian izin tambang sebagai penghargaan negara atas kontribusi Nahdlatul Ulama serta kesempatan emas untuk meningkatkan kesejahteraan anggota jika dikelola secara profesional.

Namun, dinamika terkini menunjukkan bahwa perdebatan seputar pengelolaan, konflik internal, serta polemik yang berlarut-larut justru membawa dampak buruk.

Dengan respons terbaru dari Gus Yahya, perhatian kembali tertuju pada isu konsesi tambang.

Keputusan final kini menanti hasil forum resmi organisasi yang akan memutuskan apakah izin tambang tetap dipertahankan atau dikembalikan kepada pemerintah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved