Repelita Aceh Tamiang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Langkah ini dilakukan dengan mengerahkan personel secara besar-besaran serta menambah jumlah alat berat di lapangan.
Kolaborasi lintas sektor turut digalakkan dengan melibatkan sejumlah badan usaha milik negara di bidang konstruksi untuk memperkuat kemampuan penanganan.
Semua upaya tersebut diarahkan agar fase tanggap darurat hingga rehabilitasi pascabencana dapat berjalan lebih lancar dan cepat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa percepatan terus dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak terkait.
“Kami terus bergerak mengerahkan personel dan alat berat secara masif serta menggandeng BUMN Karya agar penanganan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Saat ini masih difokuskan pada pemulihan aksesibilitas, membersihkan kawasan terdampak, dan memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” kata Dody kepada wartawan pada Senin 29 Desember 2025.
Hingga pukul 08.00 WIB tanggal 28 Desember 2025, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh telah mengerahkan 36 unit alat berat serta 66 unit dump truck.
Seluruh peralatan itu disebarkan ke berbagai titik prioritas di wilayah Aceh Tamiang.
Penempatan alat berat difokuskan untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan kembali akses jalan, serta perbaikan infrastruktur publik.
Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan dan kondisi medan di setiap lokasi.
Berdasarkan pemetaan internal, alat berat ditempatkan di ruas-ruas strategis dengan variasi jenis seperti excavator, dozer, loader, grader, beco loader, serta dump truck.
Proses pembersihan area perkotaan terus dilakukan tanpa henti, mencakup jalan nasional maupun jalur milik daerah.
Di lokasi-lokasi utama, diterjunkan paket alat berkapasitas besar yang mencakup sepuluh unit excavator, satu unit dozer, serta delapan belas unit dump truck.
Sementara di titik dengan akses sempit, digunakan kombinasi peralatan berukuran lebih kecil untuk memastikan jangkauan maksimal.
Pada area yang sulit dijangkau mesin besar, Kementerian PU mengandalkan tenaga kerja padat karya.
Dukungan alat kecil tetap disiagakan agar seluruh wilayah terdampak dapat tertangani secara menyeluruh.
Menanggapi permintaan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian PU mengajak sejumlah BUMN Karya untuk memperbanyak armada alat berat.
- PT Brantas Abipraya menyumbang dua unit excavator serta empat unit dump truck.
2. PT Nindya Karya menambah satu unit excavator.
3. PT Waskita Karya mengerahkan empat unit excavator dan sebelas unit dump truck.
4. PT Wijaya Karya menyediakan dua unit excavator serta empat unit dump truck.
5. PT Hutama Karya ikut serta dengan dua unit excavator.
6. PT Adhi Karya memberikan dua unit excavator dan empat unit dump truck.
7. PT Pembangunan Perumahan turut mendukung dengan dua unit excavator serta empat unit dump truck.
Salah satu kontribusi nyata datang dari PT Wijaya Karya yang langsung terlibat dalam pembersihan material longsor di Jalan Kuala Simpang Aceh Tamiang menggunakan dua unit excavator.
Perusahaan yang sama juga membersihkan fasilitas pendidikan SDN 1 Karang Baru dengan satu unit excavator, mengangkut material menggunakan dua unit truk, serta merapikan area Pengadilan Negeri Aceh Tamiang.
Secara total hingga 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, Kementerian PU telah mengerahkan 811 personel di seluruh Provinsi Aceh.
Rinciannya terdiri dari 355 personel satuan tugas internal serta 456 personel dari BUMN Karya.
Dukungan alat berat mencapai 821 unit secara keseluruhan.
Dari jumlah tersebut, 216 unit milik Kementerian PU sementara 605 unit lainnya berasal dari mitra BUMN Karya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

