
Repelita Jakarta - Tokoh dari Nahdlatul Ulama atau NU bernama Islah Bahrawi menyampaikan pandangannya mengenai pola perilaku para pemimpin di tanah air.
Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya Islah Bahrawi menyinggung soal kebiasaan serta ketergantungan yang berlebihan terhadap posisi kekuasaan.
Ia menjelaskan bahwa memiliki kedudukan tinggi dalam ranah politik terutama di Indonesia telah menjadi semacam ambisi yang mendominasi pikiran banyak orang.
Dari ambisi tersebut kemudian muncul sikap di mana mereka sama sekali tidak merasa khawatir atau ragu karena terdorong oleh hasrat itu sendiri.
Menurutnya rasa malu akibat performa kerja yang buruk atau hal-hal serupa tidak pernah ada dalam dunia para pemimpin di negeri ini.
Karena jabatan tinggi itu obsesi politik, tulisnya seperti dikutip pada Rabu 3 Desember 2025.
Budaya mengundurkan diri dari jabatan setingkat menteri itu tidak ada sama sekali di kita, sebut Islah Bahrawi dalam cuitannya.
Padahal berdasarkan pendapat Islah Bahrawi Indonesia dikenal sebagai salah satu masyarakat yang memiliki sifat pemalu dalam banyak aspek kehidupan.
Konon kita ini bangsa ‘pemalu’, ungkapnya sebagai penegasan.
Hanya saja ketika menyangkut urusan politik dan tentu saja posisi jabatan maka segala macam kinerja yang kurang memuaskan pun tidak membuat mereka merasa perlu mundur.
Tapi untuk jabatan — meski tidak becus — mereka tidak punya malu untuk bertahan, sebutnya dengan nada kritis.
Dasar taek kere munggah bale!, terang Islah Bahrawi sebagai penutup sindirannya.
Editor: 91224 R-ID Elok

