Repelita Surabaya - Pencurian fasilitas umum kembali terjadi di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura.
Kali ini, sejumlah perangkat pemadam kebakaran berupa hidran menjadi sasaran pelaku yang dijuluki rayap besi.
Informasi ini mulai menyebar luas melalui dua foto yang beredar sejak Kamis, 18 Desember 2025 siang.
Foto-foto tersebut menunjukkan kondisi hidran yang kosong serta dilengkapi keterangan bahwa sejumlah fasilitas pemadam kebakaran di Jembatan Suramadu hilang.
Pejabat Pembuat Komitmen Suramadu, Benny, menyatakan belum memperoleh laporan lengkap mengenai kehilangan perangkat hidran tersebut.
“Sebelum November 2025, sempat beberapa kehilangan rambu di Jembatan Suramadu dan pelaku terekam CCTV. Setelah diingatkan oleh petugas kebersihan Jembatan Suramadu, tidak ada kejadian lagi. Kalau hidran ini saya kurang tahu update nya,” ungkap Benny.
Pengelolaan Jembatan Suramadu berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Timur-Bali.
Sejak 27 Oktober 2018, jembatan ini berstatus non-tol berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2018 sehingga gratis dilintasi.
Benny menambahkan bahwa informasi kehilangan hidran baru diketahuinya dari rekan-rekan.
Ia menyebut kamera pengawas hanya memantau satu sisi arah dari Madura ke Surabaya.
Lokasi hidran yang diduga hilang mungkin berada di luar jangkauan kamera karena penempatan CCTV tidak menyeluruh di setiap titik.
Tokoh masyarakat Bangkalan, H Fathurrahman Said, menyatakan rasa prihatin atas kejadian tersebut.
Ia menilai perkembangan Jembatan Suramadu sebagai ikon Jawa Timur semakin memprihatinkan.
“Rentetan kejadian di Jembatan Suramadu itu juga melecehkan hukum, kapan Madura akan berkembang kalau seperti itu terus?. Di mana pemerintah?, Itu ikon Jawa Timur, gubernur harus tanggap karena itu juga wewenangnya. Jangan hanya mengurus peresmian di sana-sini yang bukan ranahnya,” tegas Fathurrahman Said.
Menurutnya, diperlukan tindakan tegas dan konkret dari pemerintah daerah hingga pusat untuk menjaga keamanan jembatan penghubung Selat Madura.
Ia khawatir jika dibiarkan, keberlangsungan infrastruktur vital tersebut bisa terancam.
“Pemerintah harus hadir, jangan hanya diam dan jangan anggap angin lalu. Lama-lama khawatir juga keberlangsungan Jembatan Suramadu ambruk, padahal itu salah satu objek vital,” pungkas pria yang akrab disapa Jimhur Saros itu.
Editor: 91224 R-ID Elok

