Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Herwin Sudikta Soal Ijazah Jokowi: Bukan Asli atau Palsu, Tapi Kenapa Harus Nunggu Sidang?

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Herwin Sudikta menilai bahwa keheranan publik atas polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo bukan lagi soal keaslian dokumen, melainkan pada proses klarifikasi yang terus berbelit-belit.

Menurut Herwin, hal yang paling aneh adalah mengapa sesuatu yang seharusnya sederhana seperti menunjukkan ijazah harus menunggu hingga proses perdamaian.

Yang bikin orang heran dari drama ijasah ini bukan soal asli atau palsunya.

Tapi kenapa hal mendirikannunjukkin ijasah harus menunggu konferensi?

Ia menegaskan bahwa jika dokumen pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi memang lengkap, seharusnya isu ini sudah bisa ditutup sejak lama.

Kalau dokumennya lengkap dari SD sampe kuliah, harusnya dari dulu bisa ditunjukkin buat polemik nutup.

Namun karena terus ditunda, polemik justru semakin menguat seolah sengaja dipertahankan.

Tapi karena ditunda-tunda, polemiknya justru jadi seperti memang sengaja dipertahankan.

Herwin menganggap pertanyaan publik sangat wajar dalam situasi seperti ini.

Menjadi wajar kalau publik selalu nanya, kalau gampang, kenapa tidak dari awal? Kenapa harus menunggu menyiapkan pengadilan?

Sementara itu, pengacara Farhat Abbas kembali membuat heboh dengan pernyataan satir mengenai pihak-pihak yang terus mengangkat isu ijazah pada Rabu 10 Desember 2025.

Farhat menyarankan Kapolri untuk memberikan pekerjaan atau akses usaha kepada tokoh seperti Roy Suryo, Eggi Sudjana, dan Dokter Tifauzia Tyassuma agar berhenti mengurusi isu tersebut.

Secara ekonomi nih, Pak Kapolri panggil Roy Suryo, panggil Eggi Sudjana, panggil Tifa, panggil ini. Tolong carikan pekerjaan mereka, buat makan.

Kalau perlu Bahlil, terima kasihlah tambang mereka kan, ya kan, tolong bangun tambang.

Farhat menegaskan sarannya disampaikan secara serius agar mereka mengawasi proyek daripada terus membahas hal-hal yang berpotensi membawa mereka ke masalah hukum.

Ini saran yang serius, sayang kamu mantan menteri, pengacara hebat.

Kamu ini kok tidak bisa. Urus sana jadi pengawas, jadi komisaris di sana. Awasi, biar gak ada korupsi.

Ngapain ngurus yang membuat kalian masuk penjara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved