Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Beredar Kabar 250 Warga Aceh Tamiang Tewas Akibat Banjir

 Heboh Isu 250 Warga Aceh Tamiang Tewas Akibat Banjir, Bupati Armia: Jangan Percaya

Repelita Aceh Tamiang - Bupati setempat langsung membantah kabar yang menyebutkan sebanyak 250 penduduk di salah satu kampung wilayahnya hilang nyawa karena terbawa arus banjir besar yang terjadi baru-baru ini.

Ia menyatakan bahwa informasi semacam itu hanya kabar palsu yang bisa menimbulkan kekhawatiran berlebih di kalangan masyarakat luas.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Armia Fahmi selaku Bupati Aceh Tamiang pada hari Kamis tanggal 4 Desember 2025 melalui wawancara dengan sejumlah awak media.

Menurutnya, walaupun benar ada korban yang meninggal di daerah Kampung Dalam yang berada di Kecamatan Karang Baru, namun jumlahnya tidak sampai mencapai angka ratusan seperti yang ramai dibicarakan orang.

Ia menambahkan bahwa wilayah tersebut bukan termasuk kawasan terpencil yang sulit dijangkau, sehingga data korban bisa diverifikasi dengan mudah.

"Saya pertegas, itu tidak benar (isu 250 warga Kampung Dalam meninggal). Jangan dipercaya, itu adalah informasi sesat," kata Armia.

Untuk memastikan keakuratan data, bupati tersebut mengimbau agar siapa pun yang membutuhkan informasi terkini segera mendatangi posko khusus yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Posko tersebut bernama Bicara Alam dan berlokasi di kompleks perumahan Prabu yang ada di Desa Paya Bedi.

Dari pengalaman pribadinya, Armia menceritakan bahwa ia pernah terjebak di area banjir dekat kantor badan penanggulangan bencana dan harus menyeberangi sungai melalui Kampung Dalam.

Ketika itu, ia melihat langsung kondisi di lapangan yang tidak separah gambaran dalam kabar bohong tersebut, karena tidak ada tanda-tanda mayat mengapung atau kerusakan ekstrem lainnya.

"Kemarin saya menyeberang sungai lewat Kampung Dalam. Tapi karena arusnya kuat, saya lewat bagian air tenang. Kami mutar dan masuk ke situ, kami lihat tidak ada apa-apa. Saya kira tidak terlalu banyak. Tidak ada orang-orang mengapung," tegas Armia.

Isu tentang 250 korban jiwa tersebut ternyata berasal dari perkiraan seorang warga setempat bernama Wahyu yang selamat dari bencana tersebut.

Wahyu yang merupakan penduduk Kampung Dalam mengungkapkan pengalamannya bertahan di atap rumah selama beberapa hari tanpa makanan layak.

Menurutnya, banjir kali ini seperti gelombang besar yang datang tiba-tiba dan menghancurkan segalanya.

"Korban jiwa sekitar 250 orang, di antaranya 150 masih hilang."

Wahyu menambahkan bahwa sebagian korban sudah dimakamkan sementara yang lain masih berada di rumah sakit atau belum ditemukan.

Ia menyebut banjir ini sebagai yang paling dahsyat yang pernah dialami warga setempat, mirip dengan bencana alam besar tapi berasal dari luapan sungai.

Sementara itu, upaya pemulihan pasca-bencana terus dilakukan oleh pemerintah daerah dengan mengirimkan bantuan ke berbagai wilayah terdampak.

Berbagai alat angkut seperti traktor telah dikerahkan untuk mendistribusikan logistik ke daerah-daerah sulit seperti Tenggulun serta Tamiang Hulu.

Selain itu, bantuan juga diarahkan ke Sungai Iyu dan Banda Mulia yang diperkirakan belum sepenuhnya tersentuh oleh tim penyelamat.

Armia menekankan bahwa proses ini akan terus berlangsung hingga semua kebutuhan warga terpenuhi dan situasi kembali normal.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved