Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Fitnah Sawit Tak Cukup Dibantah, Prabowo Perlu Deklarasikan Bencana Nasional

 

Penulis : Rina Syafri

Fitnah adalah racun dalam politik. Ia menyebar cepat, merusak reputasi, dan sering kali lebih dipercaya publik daripada klarifikasi resmi. Tuduhan bahwa Prabowo memiliki jutaan hektar sawit telah dibantah keras oleh Hashim Djojohadikusumo. Bantahan ini penting, tetapi tidak cukup untuk menghentikan arus spekulasi.

Dalam politik, sekadar membantah tidak selalu mampu meredam isu. Publik menunggu tindakan nyata yang lebih besar dari sekadar kata-kata. Jika tuduhan itu benar-benar fitnah, maka langkah paling berani adalah melawannya dengan kebijakan publik yang menyentuh kepentingan rakyat.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah menetapkan status bencana nasional di wilayah yang memang sedang dilanda krisis, seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dengan langkah tersebut, fokus publik akan bergeser dari isu pribadi ke kepentingan rakyat yang lebih mendesak.

Menetapkan bencana nasional bukan hanya soal administrasi, melainkan simbol keberanian politik. Publik akan melihat bahwa kepemimpinan tidak goyah oleh rumor, melainkan kokoh menghadapi kenyataan. Fitnah sawit akan kehilangan daya hidup karena tidak lagi relevan dibanding kebijakan besar yang menyentuh jutaan orang.

Tindakan ini juga akan memperlihatkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak terjebak dalam perang kata, melainkan bergerak dengan aksi nyata. Politik yang sehat adalah politik yang berorientasi pada rakyat, bukan pada rumor. Dengan menetapkan status bencana nasional, Prabowo akan menunjukkan bahwa kepemimpinannya berpihak pada rakyat yang sedang menderita.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban moral atas fitnah: bahwa kepemimpinan sejati tidak bisa digoyahkan oleh isu pribadi. Publik akan lebih percaya pada kebijakan nyata daripada klarifikasi panjang yang sering kali dianggap defensif. Menetapkan bencana nasional juga akan memperkuat legitimasi pemerintah di mata rakyat.

Rakyat akan melihat bahwa kepemimpinan hadir di saat krisis, bukan sekadar hadir di panggung politik. Fitnah yang beredar akan tampak kecil dibandingkan dengan kebijakan besar yang menyelamatkan rakyat. Dengan demikian, fitnah tidak akan berkembang liar karena publik sudah melihat bukti nyata kepemimpinan itu.

Politik bukan hanya soal membantah, tetapi soal membuktikan. Bukti terbaik adalah kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Menetapkan status bencana nasional di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh akan menjadi bukti komitmen keberpihakan pada rakyat.

Langkah ini akan menjadi narasi besar yang mengalahkan narasi fitnah. Narasi besar selalu lebih kuat daripada rumor kecil. Dengan tindakan nyata, fitnah akan kehilangan panggung. Kepemimpinan sejati adalah keberanian menghadapi krisis, bukan sekadar melawan isu.

Jika Prabowo berani mengambil langkah ini, maka fitnah sawit akan mati dengan sendirinya. Publik akan melihat bahwa kepemimpinan sejati tidak bisa digoyahkan oleh rumor. Fitnah hanya bisa dikalahkan dengan narasi besar yang lebih kuat. Narasi besar itu adalah keberanian menghadapi krisis rakyat dengan kebijakan nyata.

Dengan demikian, fitnah tidak akan menyebar dan menjadi liar, karena publik sudah melihat bukti nyata kepemimpinan.[]

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved