
Repelita Banda Aceh - Bupati Aceh Utara Ismail Jalil menyampaikan rasa keheranannya atas belum adanya kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayahnya sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda pada November 2025.
Ia mempertanyakan apakah Presiden benar-benar mengetahui bahwa Aceh Utara merupakan salah satu daerah dengan dampak paling berat dalam peristiwa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ismail Jalil dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana yang melibatkan pemerintah pusat dan pimpinan DPR RI pada Selasa, 30 Desember 2025.
Presiden Prabowo Subianto tercatat telah mengunjungi Provinsi Aceh sebanyak tiga kali, Sumatera Utara dua kali, serta Sumatera Barat dua kali pascabencana.
Kunjungan di Aceh sendiri mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Takengon di Aceh Tengah, bahkan beberapa diantaranya bersama Wakil Presiden.
Ismail Jalil menyoroti bahwa sebanyak 25 kecamatan dengan 696 kampung di Aceh Utara terdampak langsung, sehingga jaringan komunikasi dan listrik lumpuh total.
Kondisi tersebut membuat masyarakat hanya mampu menyaksikan rumah, tempat ibadah, serta korban manusia hanyut terbawa arus dari atas atap tanpa bisa merekam atau menyebarkan informasi ke luar.
Akibat isolasi komunikasi, kabar mengenai kondisi Aceh Utara tidak tersebar luas di media sosial seperti di daerah lain.
Ismail mengaku pernah sangat terpukul hingga menangis saat memohon bantuan helikopter dari pemerintah pusat untuk menjangkau wilayah terisolasi dan menyalurkan logistik.
Menurutnya, tingkat kerusakan akibat banjir serta longsor kali ini bahkan melampaui yang dialami saat tsunami menerjang Aceh.
Ia menduga pemerintah pusat kurang responsif karena peristiwa di Aceh Utara tidak menjadi viral akibat mati lampu dan hilangnya sinyal telepon seluler.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

