
Repelita Sukabumi - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Dedi Prasetyo menegaskan agar seluruh perwira Polri mampu bersikap bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi era digital.
Pesan itu disampaikan saat dirinya melantik 1.158 lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025 di Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis, 6 November 2025.
Dalam arahannya, Dedi menyoroti pentingnya etika digital bagi anggota Polri. Ia mengingatkan bahwa di masa pascakebenaran atau post-truth, reputasi institusi kepolisian dapat terbentuk atau justru rusak hanya oleh satu unggahan di media sosial.
Di hadapan para perwira muda, Dedi meminta agar setiap anggota mampu menjaga kehormatan diri sekaligus marwah lembaga. Menurutnya, dunia maya bukan sekadar ruang berekspresi, tetapi juga cermin citra profesionalisme Polri di mata publik.
Reputasi Polri, lanjut Dedi, tidak hanya dibangun lewat pelayanan di kantor, tetapi juga melalui perilaku di ruang digital. Ia menekankan agar platform media sosial digunakan sebagai sarana menebar kepercayaan publik, bukan sumber kontroversi.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa masyarakat tidak menuntut kesempurnaan dari aparat penegak hukum, melainkan kehadiran yang nyata, respons cepat, dan kepedulian yang tulus.
“Jangan tunggu momentum. Ciptakan momentum dari lapangan. Kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan tindakan yang konsisten, sopan, dan sigap,” tutup Dedi dalam amanatnya di hadapan peserta pelantikan. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

