Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Trump Boikot KTT G20 di Afrika Selatan, Prihatin Nasib Petani Kulit Putih

 foto

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan negaranya tidak akan menghadiri KTT G20 yang digelar di Afrika Selatan pada 22 dan 23 November 2025.

Trump menuding pemerintah Afrika Selatan memperlakukan petani kulit putih secara tidak adil, sehingga Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengirimkan wakilnya, termasuk Wakil Presiden JD Vance yang sebelumnya dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

Trump menyebut situasi di Afrika Selatan sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan menuduh warga Afrikaner tengah dibunuh serta tanah mereka dirampas secara ilegal.

Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang memegang presidensi G20 dan akan menjadi tuan rumah KTT di Johannesburg selama dua hari.

Trump dijadwalkan memimpin KTT G20 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida, untuk menampilkan keberhasilan pemerintahannya kepada dunia.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump beberapa kali mengklaim warga kulit putih Afrika Selatan mengalami persekusi, klaim yang dibantah oleh pemerintah Afrika Selatan dan pejabat Afrikaner.

Trump bahkan menyerukan agar Afrika Selatan dikeluarkan dari G20 karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap warga Afrikaner.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Cyril Ramaphosa memperkenalkan undang-undang kepemilikan tanah baru pada Januari, yang memberi pemerintah kewenangan mengambil alih tanah dalam kerangka redistribusi adil, termasuk tanah yang telah lama ditinggalkan.

Trump menuduh undang-undang tersebut sebagai penyitaan ilegal dan penganiayaan terhadap kelompok tertentu, sementara Ramaphosa menegaskan langkahnya bertujuan menciptakan redistribusi yang adil, bukan genosida.

Pada Mei, Trump memberikan suaka kepada 59 warga kulit putih Afrika Selatan sebagai bagian dari program pemukiman kembali yang disebut sebagai perlindungan terhadap diskriminasi, dan Gedung Putih menyatakan sebagian besar kuota pengungsi baru dialokasikan untuk warga Afrikaner.

Sejarawan Saul Dubow menyebut klaim Trump mengenai genosida terhadap kulit putih Afrika Selatan tidak berdasar, namun pemerintahan Trump tetap mempertahankan narasi penganiayaan yang meluas terhadap kelompok tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved