Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rizal Fadillah Sebut Isu Ijazah Jokowi Jadi Titik Perlawanan Moral dan Politik

 Repelita Jakarta - Pemerhati Politik dan Kebangsaan M. Rizal Fadillah angkat suara setelah dirinya bersama tujuh orang lainnya, termasuk Roy Suryo dan dr. Tifauzia Tyassuma, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Ia menyebut momen ini sebagai titik penting konsolidasi gerakan perlawanan.

Rizal menilai isu ijazah mantan Presiden Joko Widodo mengandung dimensi moral dan politik yang saling bertabrakan.

Kasus ijazah palsu Jokowi adalah gambaran pertarungan antara keadilan dan kezaliman, ujar Rizal kepada fajar.co.id, Minggu 16/11/2025.

Menurutnya, perdebatan ijazah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan mencakup banyak aspek mulai dari kewenangan, kepedulian, kejujuran, keaslian, keberanian, hingga kebahlulan dan kecerdasan.

Rizal menegaskan siapapun yang kritis terhadap pemerintah akan menghadapi tekanan dari kubu pro Jokowi.

Siapapun yang berada di garis pro Jokowi adalah sasaran perlawanan, baik itu kampus, ormas, relawan, aparat, maupun pengendali kekuasaan, ucapnya.

Ia menekankan tujuan gerakan perlawanan adalah untuk membuka fakta dan memastikan status ijazah Jokowi, apakah asli atau palsu.

Target perjuangan adalah keterbukaan dan kepastian status ijazah Jokowi, apakah asli atau palsu, tuturnya.

Rizal mengaitkan dengan hasil kajian publik yang meragukan keaslian dokumen pendidikan tersebut.

Analisis publik menyatakan bahwa ijazah itu palsu, sedangkan lembaga kampus maupun laboratorium Polri tidak mampu membuktikan dan mempublikasikannya, katanya.

Ia menilai informasi terkait ijazah cenderung tertutup, dengan fakta yang disembunyikan oleh Jokowi, UGM, maupun Kepolisian.

Fakta-fakta disembunyikan oleh Jokowi, UGM, maupun Kepolisian. Akibatnya persoalan mudah menjadi rumit, imbuhnya.

Rizal juga mengkritik langkah hukum terhadap dirinya dan para tersangka lainnya.

Masyarakat yang mencari kebenaran justru dijadikan pihak terlapor, Rizal menuturkan.

Proses hukum yang berjalan telah mengaburkan inti persoalan.

Masalah pembuktian status ijazah dibelokkan menjadi fitnah, pencemaran, penghasutan, atau manipulasi dokumen elektronik, ucapnya.

Ia mengklaim langkah hukum tersebut menunjukkan adanya kejanggalan.

Pengaburan isu ini bukti bahwa kejahatan pemalsuan dokumen memang terjadi, katanya.

Rizal kembali menyampaikan kritik keras terhadap Presiden Jokowi.

Semakin jelas bahwa Jokowi itu penjahat yang mencoba berlindung dan menyandera banyak pihak, ujarnya.

Ia menuduh Presiden menggunakan narasi korban untuk kepentingan politik.

Melakukan manipulasi diri sebagai korban adalah ciri seorang paranoid. Jokowi itu memang sakit, jelasnya.

Rizal menyebut masyarakat perlu membuka mata atas kondisi ini.

Rakyat patut membuka mata atas hal ini, ucapnya.

Ia menyerukan agar kelompok penolak kebijakan pemerintah bersatu.

Saatnya kekuatan perlawanan bersatu. Tidak boleh kepalsuan dan kezaliman memperoleh kemenangan, katanya.

Dasar negara dan moralitas harus menjadi pegangan dalam perjuangan.

Ideologi, konstitusi, dan aturan moral harus dibela dan ditegakkan, ucapnya.

Ia kembali mengkritik lingkar kekuasaan Jokowi.

Kesewenang-wenangan Jokowi dan lingkarannya harus dihentikan dan dihancurkan, katanya.

Rizal menyebut perlunya sanksi berat bagi pihak tertentu.

Jokowi dan kroninya mesti terkena sanksi, bila perlu hukum mati, ucapnya.

Ia menggambarkan situasi politik saat ini sebagai keadaan darurat.

Kondisi semakin darurat. Kekisruhan dan kekacauan harus segera dihentikan, katanya.

Rizal menekankan pengungkapan tuntas isu ijazah.

Skandal ini harus dibongkar habis dari kelicikan hingga kemunafikan, bebernya.

Kasus ijazah dapat membuka pintu pengungkapan isu lain terkait pemerintahan.

Kasus ijazah palsu menjadi pintu strategis pembuka kejahatan lain, terangnya.

Ia mendesak pembuktian dilakukan cepat dan terbuka.

Karenanya harus terbukti dengan cepat. Gerakan perlawanan bersama penting untuk menekan hingga terbukti palsunya ijazah Jokowi, tuturnya.

Berbagai persoalan lain yang dituduhkan kepada pemerintah akan terhubung dengan isu ini.

Banyak agenda kerakyatan tertuju pada Jokowi, apakah korupsi, nepotisme, pelanggaran HAM, atau lainnya, timpalnya.

Publik telah memiliki keyakinan terkait ijazah tersebut dan delapan tersangka harus dipandang sebagai pejuang.

Publik sudah yakin bahwa ijazah Jokowi itu palsu. Jadikan 8 tersangka sebagai martir perjuangan pembuktian penipuan Jokowi atas ijazah dan kapasitas akademiknya, katanya.

Rizal menyebut kondisi politik menjadi tekanan bagi Presiden.

Jokowi gelisah dan panik. Proses hukum yang berjalan adalah sakaratul maut politiknya. Sesungguhnya ia terancam oleh pengadilan rakyat. Rakyat tidak bisa lagi dibodohi dan akan membuat akhir kehidupannya menjadi hina. Jokowi tidak akan mampu melawan hukum Tuhan, kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved