Penyidik tengah menelusuri kemungkinan latar belakang perundungan yang memicu aksi tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan penyelidikan difokuskan pada pengumpulan informasi mendalam mengenai identitas dan kondisi sosial pelaku.
Tim kepolisian menelusuri data diri, lingkungan sekitar, hingga situasi keluarga pelaku secara menyeluruh.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan pihaknya berhati-hati menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Dugaan bahwa pelaku merupakan korban perundungan menjadi fokus utama penyelidikan intensif.
Sebagian besar saksi belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat akibat luka-luka yang dialami saat kejadian.
Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta tercatat 54 orang, dengan 27 dirawat di RS Islam Jakarta, 6 di RS Yarsi, dan 21 telah dipulangkan.
Sebagian besar korban mengalami luka ringan, lecet, dan gangguan pendengaran akibat efek ledakan.
Proses olah tempat kejadian perkara masih berlangsung hingga malam, melibatkan Forensik Mabes Polri, Densus 88 Antiteror, dan Tim Jibom Gegana Brimob.
Hasil lengkap olah TKP, termasuk temuan lapangan dan kondisi korban, akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menunggu hasil resmi kepolisian.
Situasi di sekitar sekolah telah terkendali sepenuhnya, dengan posko pelayanan untuk mendata korban, memberikan bantuan medis, dan pendampingan trauma bagi siswa serta keluarga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

