
Repelita Jakarta - Partai Demokrat menyatakan dukungan penuh atas rencana pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh pendahulu bangsa.
Dukungan ini disampaikan menyusul masuknya nama Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid dan Presiden ke-2 Soeharto dalam daftar calon penerima gelar tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan bahwa pengakuan negara terhadap jasa para presiden terdahulu merupakan langkah penting untuk menyatukan sejarah dan menghormati kontribusi besar setiap tokoh bangsa.
Menurut AHY, penghargaan ini mencerminkan kedewasaan bangsa dalam melihat sejarah secara utuh dan adil, tanpa terjebak pada perbedaan politik masa lalu.
Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pendahulunya, menyebut Gus Dur dan Soeharto sebagai figur yang telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi Indonesia selama masa hidup mereka.
AHY menambahkan bahwa setiap era memiliki tantangan dan konteksnya sendiri, dan tugas generasi sekarang adalah melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan memperkuat persatuan, menegakkan keadilan, dan memastikan kesejahteraan rakyat.
Ia juga menyinggung keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012 yang memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno sebagai contoh rekonsiliasi dan penghargaan terhadap jasa para pemimpin bangsa.
AHY menekankan bahwa pengakuan atas jasa pendahulu bangsa menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi kebangsaan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Ia menilai bahwa semangat rekonsiliasi dan penghargaan terhadap para pemimpin akan memperkokoh fondasi kebangsaan serta memperkuat optimisme menuju masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

