Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

M Ikhlas Thamrin, Penemu Bobibos BBM Nabati yang Diklaim Mendekati RON 98

 Penemu Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin yang merupakan alumnus UNS angkatan 2001.

Repelita Bogor - Di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak di sejumlah SPBU swasta, seorang anak bangsa menghadirkan inovasi energi baru bernama Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos.

Bobibos diklaim sebagai bahan bakar nabati yang ramah lingkungan dengan tingkat Research Octane Number (RON) mendekati 98, dan tersedia dalam dua jenis, yakni bensin dan solar.

Penemu Bobibos adalah Muhammad Ikhlas Thamrin, seorang lulusan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001 yang dikenal aktif berdemo semasa kuliah untuk mengkritisi kebijakan energi nasional.

Ikhlas mengaku pernah ikut demonstrasi di Jakarta menolak kenaikan harga BBM, dan setelah lulus pada 2005, ia mulai mencari solusi atas permasalahan energi yang menurutnya belum memanfaatkan potensi energi terbarukan secara maksimal.

Pada 2007, Ikhlas memulai riset energi bersama timnya dan delapan tahun kemudian mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi yang menghasilkan teknologi kompor dan motor listrik berbasis pulsa token.

Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengisi daya baterai dengan pulsa tanpa perlu mencari stasiun pengisian listrik umum, dan telah diuji oleh International Certificate Testing Technology (ICTT).

Ikhlas memiliki visi membangun ekosistem listrik nasional pada tahun 2030 dan terus melanjutkan riset mandiri selama lebih dari satu dekade hingga akhirnya melahirkan Bobibos.

Bobibos dibuat dari berbagai jenis tanaman yang mudah tumbuh di wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan, dan diklaim mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan solar konvensional.

Dalam peluncuran resmi di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Senin 11 Maret 2025, Ikhlas menyatakan bahwa Bobibos adalah bahan bakar murah, aman, dan beremisi rendah hasil riset mandiri selama lebih dari 10 tahun.

Bobibos juga telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, meskipun rincian teknisnya belum sepenuhnya diketahui publik.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, menyatakan bahwa proses pembuatan Bobibos dari tanaman masih belum jelas dan perlu dikaji lebih lanjut secara ilmiah.

“Masih gelap buat saya, dari tanaman diapakan prosesnya agar bisa menjadi bensin atau solar,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis 7 November 2025.

Tri juga mengingatkan agar inovasi ini tidak berakhir seperti Banyu Geni di era SBY atau Nikuba di masa Jokowi yang sempat menuai kontroversi karena dianggap menyesatkan.

Ia menegaskan bahwa Bobibos masih harus melewati banyak tahapan karena perdagangan BBM di Indonesia diatur ketat oleh pemerintah sebagai bagian dari energi strategis nasional.

Tri menjelaskan bahwa untuk menjual BBM secara umum, diperlukan Izin Usaha Niaga Umum (IUNU), sementara untuk penjualan terbatas dan kepentingan tertentu dibutuhkan Izin Usaha Niaga Terbatas (IUNT).

Dengan tantangan regulasi dan teknis yang masih harus dihadapi, Bobibos tetap menjadi harapan baru dalam upaya kemandirian energi nasional berbasis inovasi anak bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved