Repelita Solo - Sebuah makam di area pemakaman umum Bonoloyo yang berada di wilayah Kecamatan Banjarsari kota Solo mendadak menjadi pusat perhatian masyarakat luas setelah gambarnya menyebar cepat di berbagai platform daring.
Ornamen yang menghiasi pusara tersebut berbentuk dua anak kecil yang sedang asyik menyepak bola sehingga langsung menarik minat banyak orang untuk membahasnya.
Fenomena ini ternyata bukan hal yang benar-benar baru di lokasi pemakaman tersebut karena sudah ada beberapa pusara lain yang juga dilengkapi dengan patung serupa sesuai dengan minat almarhum semasa hidup.
Petugas pengelola kebersihan di Tempat Pemakaman Umum Bonoloyo yang bernama Sukimin berusia lima puluh sembilan tahun mengungkapkan bahwa tradisi tersebut sudah berlangsung cukup lama di area yang dia rawat setiap hari.
Menurut penuturannya terdapat sejumlah makam yang sengaja dibuatkan patung di bagian atasnya untuk mengenang hobi atau pekerjaan jenazah sebelum meninggal dunia.
Selain patung anak bermain sepak bola yang kini ramai dibicarakan ada juga ornamen berwujud kendaraan balap yang terletak di bagian timur kompleks pemakaman.
Ternyata yang dimakamkan mantan pembalap. Terus di tengah TPU juga ada makam dengan patung gamelan, itu juga mantan penabuh gamelan, ungkap Sukimin dengan nada biasa karena sudah terbiasa melihatnya.
Makam yang sedang viral itu milik seorang remaja bernama Ig Toto Endratmo yang lahir pada tanggal sebelas April tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh empat dan meninggal dunia di usia enam belas tahun tepatnya tanggal tujuh belas Oktober tahun dua ribu sepuluh.
Lokasi pusara tersebut berada di sisi utara area pemakaman umum Bonoloyo tidak jauh dari akses jalan masuk utama sehingga mudah terlihat oleh pengunjung.
Panjang makam kurang dari dua meter namun sangat mencolok karena dihiasi patung berwarna coklat yang menggambarkan dua bocah sedang menendang bola berpola hitam coklat.
Sukimin menambahkan bahwa patung tersebut sudah dipasang tidak lama setelah proses penguburan selesai dilakukan oleh keluarga.
Sudah lama, sepertinya tidak sampai setahun setelah dimakamkan, patungnya sudah dibuat itu, katanya saat menjelaskan kepada awak media pada hari Senin tanggal tujuh belas November tahun dua ribu dua puluh lima.
Meskipun demikian ia mengaku tidak mengetahui secara pasti latar belakang keluarga almarhum yang memilih ornamen tersebut.
Sukimin menduga bahwa almarhum Ig Toto Endratmo memiliki ketertarikan besar terhadap olahraga sepak bola baik sebagai pemain maupun penggemar setia.
Biasanya kalau bukan mantan pemain bola, ya kemungkinan sukanya nonton bola. Soalnya ada juga kok makam yang dibangun seperti profesi sebelum meninggal, tambahnya sambil menunjuk contoh lain di sekitar lokasi.
Kebiasaan menghiasi makam dengan patung sesuai profesi atau kesukaan almarhum tampaknya menjadi ciri khas tersendiri di Tempat Pemakaman Umum Bonoloyo yang membuatnya berbeda dari area pemakaman pada umumnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

