Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dede Budhyarto Yakin Isu Ijazah Tak Rusak Citra Jokowi, Rizal Fadillah: Ini Bentrok Keadilan Lawan Kezaliman!

 Latar Belakang Pendidikan Komisaris BUMN Pelni Kristia Budiyarto Disorot, Akbar Faizal: Mulai Cari Job Baru - Arah Pena

Repelita Jakarta - Pendukung setia Joko Widodo yang bernama Kristia Budhyarto dan lebih populer dengan panggilan Dede Budhyarto memberikan respons atas maraknya kritik mengenai dugaan pemalsuan ijazah yang lagi-lagi ditujukan kepada presiden ketujuh Republik Indonesia tersebut.

Menurut pandangannya, segala macam rumor yang terus disebarkan tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap opini masyarakat luas.

Dia merujuk pada data dari survei Indikator Politik Indonesia yang mengindikasikan bahwa tingkat apresiasi rakyat terhadap Jokowi tetap berada pada level 83 persen.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan 83 persen publik masih menyukai Jokowi, ujar Dede di X https://x.com/kangdede78 (16/11/2025).

Selanjutnya, Dede menyatakan bahwa popularitas tinggi itu menjadi pemicu utama kenapa isu seputar ijazah terus diolah dan dihadapkan kepada khalayak ramai.

Dan itulah sebabnya isu ijazah terus digoreng, diputar, dipelintir, sebutnya.

Dia berpendapat bahwa terdapat kelompok tertentu yang mengharapkan agar kontroversi ini mampu mengurangi rasa percaya masyarakat terhadap Jokowi beserta keturunannya.

Dengan harapan bisa menggerus kepercayaan publik terhadap Jokowi dan anaknya, Dede menuturkan.

Dede pun menyampaikan optimismenya bahwa selama bukti-bukti mendukung serta riwayat prestasi Jokowi tidak bisa dipungkiri, segala usaha dari apa yang dia anggap sebagai aksi dari faksi-faksi spesifik tidak akan berhasil menumbangkan mantan pemimpin negara itu.

Dia mengilustrasikan keyakinan tersebut dengan mengatakan bahwa kebenaran tidak akan pernah lenyap dan segala bentuk penghalangan tidak akan sukses meskipun serangan politik datang secara beruntun.

Sampai langit runtuh pun gerombolan klen tak akan mampu menjatuhkannya, kuncinya.

Sebelumnya, pengamat di bidang politik serta kebangsaan yaitu M. Rizal Fadillah kembali angkat bicara setelah dia beserta tujuh individu lain termasuk Roy Suryo hingga dr. Tifauzia Tyassuma ditunjuk sebagai tersangka oleh pihak Polda Metro Jaya.

Dia menganggap situasi ini sebagai momentum krusial untuk penguatan gerakan bersama.

Rizal berkeyakinan bahwa persoalan ijazah Presiden Joko Widodo mengandung elemen perjuangan moralitas serta politik yang mendalam.

Baginya, masalah itu mencerminkan konflik nilai-nilai fundamental yang saling bertabrakan.

Kasus ijazah palsu Jokowi adalah gambaran pertarungan antara keadilan dan kezaliman, ujar Rizal, Minggu (16/11/2025).

Dia menekankan bahwa perdebatan tentang ijazah bukan hanya urusan administratif belaka melainkan menyentuh berbagai sisi kehidupan.

Kewenangan dan kesewenang-wenangan, kepedulian dan kemasabodohan, kejujuran dan penipuan, keaslian dan kepalsuan, keberanian dan kepengecutan, kejuangan dan ketermulaan, serta kebahlulan dan kecerdasan, katanya.

Menurut penilaiannya, setiap orang yang berada pada sikap kritis terhadap rezim akan dihadapkan pada berbagai bentuk intimidasi.

Dia menyatakan bahwa kelompok yang mendukung pemerintahan dianggap sebagai target utama dalam perlawanan ini.

Siapapun yang berada di garis pro Jokowi adalah sasaran perlawanan, baik itu kampus, ormas, relawan, aparat, maupun pengendali kekuasaan, ucapnya.

Rizal menegaskan bahwa sasaran pokok dari apa yang dia sebut sebagai aksi perlawanan adalah menyelesaikan keraguan tentang autentisitas ijazah Jokowi.

Target perjuangan adalah keterbukaan dan kepastian status ijazah Jokowi, apakah asli atau palsu, tuturnya.

Dia lagi-lagi menghubungkan dengan temuan analisis masyarakat yang menurutnya mempertanyakan kevalidan dokumen pendidikan itu.

Analisis publik menyatakan bahwa ijazah itu palsu, sedangkan lembaga kampus maupun laboratorium Polri tidak mampu membuktikan dan mempublikasikannya, katanya.

Rizal beranggapan bahwa data terkait dokumen itu cenderung dirahasiakan sementara beberapa pihak sebenarnya mengetahui kebenaran yang tidak disampaikan ke publik.

Fakta-fakta disembunyikan oleh Jokowi, UGM, maupun Kepolisian. Akibatnya persoalan mudah menjadi rumit, imbuhnya.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti tindakan penegakan hukum terhadapnya serta para tersangka lain di kasus ini.

Rizal mengatakan bahwa warga yang berusaha mencari keadilan malah dijadikan sebagai pihak yang dilaporkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved