
Repelita Jakarta - Kelompok aliansi Bongkar Ijazah Jokowi yang menghimpun para akademisi aktivis serta jurnalis menemukan adanya kejanggalan mencolok dalam perdebatan seputar dugaan ijazah palsu milik Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
Jurnalis senior sekaligus perwakilan aliansi Lukas Luwarso mengakui bahwa pada periode 2022 hingga 2023 dirinya sama sekali tidak berminat mendalami kasus yang melibatkan Bambang Tri serta Gus Nur.
Saya merasa ada sesuatu yang anomali dari isu ijazah ini, saya tidak tertarik ketika tahun 2022-2023 saat itu kasusnya Bambang Tri sama Gus Nur, saat itu saya anggap terlalu sumir.
Ketertarikan Lukas untuk meneliti keabsahan ijazah Jokowi baru muncul belakangan dipicu oleh naluri kewartawanan yang kuat.
Karena insting jurnalistik ya, itu satu, yang kedua rasa ingin tahu.
Pemicu utama yang membuat isu semakin ramai adalah tindakan dari pihak pendukung Jokowi yang mengunggah foto ijazah yang diklaim orisinal di berbagai platform media sosial.
Tapi kemudian, mungkin kesalahan dari kubu Jokowi mencoba posting foto ijazah Jokowi yang diklaim ijazah asli kan memancing orang ingin tahu. Nah, kemudian kawan-kawan Roy Suryo, dan lain-lain kemudian meneliti ya, kemudian muncul debat wacana publik terlepas dari benar dan salah ya.
Langkah tersebut justru membangkitkan rasa penasaran publik yang kemudian memicu penelitian lebih lanjut dari berbagai pihak termasuk Roy Suryo dan kelompoknya.
Debat panas di ruang publik pun tak terhindarkan meskipun belum ada kesimpulan pasti mengenai benar salahnya tuduhan.
Pernyataan Lukas Luwarso disampaikan dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Kasus Ijazah Jokowi Ilmiah atau Penyebaran Fitnah? yang tayang di iNews pada Rabu 19 November 2025.
Editor: 91224 R-ID Elok

